Police Go To School, IPTU Iskandar Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Tebing Tinggi Barat

Senin, 22 September 2025

Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPTU Iskandar Nopianto menjadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Senin 22 September 2025.

MERANTI - Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPTU Iskandar Nopianto menjadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Senin 22 September 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman SMAN 1 Tebing Tinggi Barat Desa Mekong itu turut dihadiri Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi Barat, Sari Dewi S.Pd., M.M, seluruh Majelis Guru SMAN 1 Tebing Tinggi Barat dan siswa/siswi.

Pada upacara di SMAN 1 Tebing Tinggi Barat, Kapolsek IPTU Iskandar menyampaikan amanat yang menyentuh berbagai aspek penting bagi pelajar, termasuk masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian, seperti penyakit cacar monyet (monkeypox).

Sebagai pembina upacara, Kapolsek Tebing Tinggi Barat memberikan informasi dasar yang mudah dipahami tentang gejala cacar monyet. Ini bertujuan agar para siswa bisa mengenali tanda-tanda penyakit pada diri sendiri atau orang di sekitar mereka. Poin-poin yang disampaikan bisa meliputi, demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Kemudian munculnya ruam atau bintik-bintik berisi cairan pada kulit yang bisa berkembang menjadi luka. Kontak langsung dengan ruam atau cairan dari luka, serta kontak dengan barang yang terkontaminasi.

Dalam amanatnya, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPTU Iskandar Nopianto juga menyampaikan terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dan saat ini Polres Kepulauan Meranti sedang melaksanakan operasi antik.

Kehadiran Kapolsek secara langsung sebagai pembina upacara membantu meruntuhkan stigma negatif atau kesan menakutkan tentang polisi. Para siswa melihat polisi tidak hanya sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga sebagai sosok yang edukatif, humanis, dan peduli terhadap masa depan mereka. Interaksi ini menumbuhkan rasa percaya dan hormat dari siswa, sehingga mereka tidak ragu untuk berkomunikasi atau meminta bantuan jika menghadapi masalah.

"Upacara bendera menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting secara masif sehingga dapat menyentuh berbagai isu krusial yang relevan dengan kehidupan remaja," ungkapnya.(red)