
Ratusan warga tampak memadati kantor PLN Selatpanjang. Jumat (24/10/2025) malam.
SELATPANJANG -- Ratusan warga mendatangi kantor PLN Selatpanjang di Jalan Gelora, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Jumat (24/10/2025) malam.
Aksi spontan ini terjadi sebagai bentuk kekecewaan dan protes atas seringnya pemadaman listrik yang terjadi di wilayah tersebut, bahkan di luar jadwal resmi.
Pantauan di lapangan, warga mulai berdatangan sejak pukul 18.30 WIB. Suasana di sekitar kantor PLN tampak tegang. Teriakan protes bergema dari berbagai arah, menuntut kejelasan dari pihak PLN terkait kondisi listrik yang kerap padam.
"Tagihan listrik tak boleh telat, tapi listrik padam terus!” teriak salah seorang warga dari tengah kerumunan.
Warga lain menimpali, "Siang malam mati terus, sesuke hati die aje,” seru warga lainnya dengan logat khas Melayu.
Beberapa tokoh masyarakat tampak berada di barisan depan, berusaha menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis.
Di lokasi, sejumlah personel Polsek Tebingtinggi dan Polres Kepulauan Meranti juga bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga pukul 20.00 WIB, massa masih bertahan di depan kantor PLN Selatpanjang. Arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso sempat macet total akibat banyaknya warga yang terus berdatangan ke lokasi.
Situasi sempat memanas, sebelum akhirnya beberapa tokoh masyarakat diizinkan masuk ke dalam kantor PLN untuk berdialog langsung dengan pejabat PLN guna mencari solusi atas persoalan yang memicu keresahan warga tersebut.
Proses dialog dihadiri oleh Kepala ULP PLN Selatpanjang Dalie Priasmoro, dan juga perwakilan dari Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti.
Diketahui, sebelumnya Kepala ULP PLN Selatpanjang dalam rapat koordinasi bersama Pemkab Kepulauan Meranti menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini disebabkan proses pemeliharaan empat unit mesin di PLN Selatpanjang.
"Dari empat unit mesin yang sedang dalam pemeliharaan, tiga unit diperkirakan akan selesai pada akhir Oktober ini, sementara satu unit lainnya masih membutuhkan waktu lebih lama hingga Desember mendatang,” jelas Dalie. (red)