Korban Banjir Bandang Malalak Bertambah, 11 Jasad Dievakuasi

Ahad, 30 November 2025

AGAMUpaya pencarian korban banjir bandang (galodo) di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, terus menunjukkan perkembangan penting. Hingga Sabtu (29/11/2025), total 11 jasad berhasil ditemukan dan dievakuasi sejak operasi pencarian dimulai.

Pada Jumat (28/11), Tim SAR gabungan — terdiri dari Basarnas, SAR Brimob, TNI, Polri, BPBD, dan relawan menemukan satu korban tambahan, sehingga total temuan hari itu mencapai 9 orang.

Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu (29/11), operasi diperluas hingga ke wilayah Toboh Tangah, Malalak Timur, dan dua jasad kembali ditemukan.

Kepala Seksi Operasi & Siaga Kantor SAR Padang, Hendri, menyebut area terdampak galodo diperkirakan sepanjang 1,5 kilometer, dipenuhi lumpur tebal 2–3 meter, kayu besar, serta puing bangunan.

Sementara itu, Komandan SAR Brimob Polda Sumbar, Ipda Dedi Yendri, menegaskan akses menuju lokasi masih terputus total akibat longsor setinggi 3 meter sejak Kamis malam. “Motor saja tidak bisa lewat, apalagi mobil atau alat berat. Kami butuh dukungan alat berat dan suplai logistik melalui jalur udara,” ujarnya.

Hingga kini, Malalak masih terisolasi dan proses pencarian terus dikebut. Tim SAR memastikan operasi tidak akan dihentikan sebelum seluruh area terdampak selesai diperiksa dan seluruh korban ditemukan.