RDP Gagal Kuorum, Aktivis Desak DPRD Dumai Lebih Serius Kawal Aspirasi Publik

Ahad, 30 November 2025

Koordinator ARUK - Rizki Kurniawan

DUMAI -- Ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD Kota Dumai dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) kembali menjadi sorotan

RDP itu sendiri diadakan atas permintaan Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan-Kota Dumai (GMPP-KD) pada hari Jumat 28/11 yang menyoroti persoalan kerusakan fasilitas umum seperti jalan dampak dari proyek penanaman kabel optik dan jaringan pipa bawah tanah oleh sejumlah pihak.

Pertemuan yang diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi itu dikabarkan tidak mencapai kuorum sehingga tidak dapat dilanjutkan.

Hasrizal selaku Ketua Komisi II menyatakan beginilah kondisi wakil rakyat yang ada di DPRD Dumai sekarang. Jika membahas untuk kepentingan masyarakat meski telah diagendakan selalu tidak hadir.

"Mohon maaf sebelumnya jika agenda ini agak terlambat kita buka, meskipun sudah terlambat namun yang hadir dari Dewan sendiri hanya kami berdua, kondisi seperti ini kerap terjadi dan ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas, padahal gaji dan tunjangan yang diterima tidak sedikit, sekitar 40 sampai 50 jutaan perbulan," ungkap Politisi PAN tersebut dengan nada tinggi.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dari berbagai elemen masyarakat yang menilai bahwa wakil rakyat seharusnya hadir dan memberikan perhatian penuh terhadap persoalan yang sedang diperjuangkan masyarakat.

Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK), dalam pernyataan terbukanya, meminta 35 anggota DPRD Dumai untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam mengawal isu-isu publik, termasuk perjuangan masyarakat kota Dumai.

“Kami berharap seluruh anggota DPRD saling bahu-membahu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ini bukan kepentingan kelompok, melainkan amanah rakyat Dumai,” tegas Rizki Kurniawan

ARUK juga mengingatkan bahwa jika ketidakhadiran para wakil rakyat terus berulang, mereka siap menempuh langkah-langkah konstitusional lainnya, mulai dari menyurati pihak DPP hingga menggelar aksi damai di gedung DPRD sebagai bentuk protes.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD mengenai alasan tidak tercapainya kuorum dalam agenda RDP tersebut. Masyarakat kini menantikan sikap tegas dan penjelasan dari pimpinan dewan terkait kondisi ini. (Ombel)