
Ket foto : Gudang Minyak milik YD di Jalan Baru arah Simpur Desa Rempak, dan aktivitas pengecer diduga melangsir minyak oplosan.
Siak -- Aktivitas mencurigakan diduga berlangsung secara senyap di sebuah gudang yang berdiri di kawasan Jalan Baru arah Simpur, Desa Rempak, Kabupaten Siak. Dari luar, bangunan itu tampak biasa dan tak menarik perhatian. Namun di balik pintu tertutupnya, gudang tersebut diduga menjadi tempat pengoplosan sekaligus pusat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis pertalite.
Gudang itu disebut-sebut bukan sekadar lokasi penyimpanan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, tempat tersebut telah lama berfungsi sebagai titik pengolahan BBM oplosan yang kemudian disalurkan ke sejumlah pengecer di wilayah Siak dan sekitarnya.
Hasil penelusuran di lapangan pada Kamis (25/12/2025) memperlihatkan kondisi yang menguatkan dugaan tersebut. Di dalam gudang, tampak puluhan drum dan jerigen, sebagian berisi minyak, sebagian lainnya masih kosong. Sejumlah wadah terlihat tertutup rapat dan sebagian lain tampak siap untuk diangkut.
Gudang tersebut diduga dimiliki oleh seorang pria berinisial YD. Meski aktivitasnya terkesan terbuka bagi pihak tertentu, roda usaha di lokasi itu diduga terus berputar tanpa hambatan.
Dari informasi yang dihimpun, bahan baku minyak yang diolah di gudang tersebut diduga berasal dari Provinsi Jambi. Pasokan minyak mentah disebut-sebut diangkut menggunakan kendaraan bermuatan besar dan masuk ke lokasi pada jam-jam tertentu.
Di dalam gudang itulah, minyak mentah tersebut diduga dicampur atau diolah hingga menyerupai BBM jenis pertalite. Setelah proses tersebut, BBM hasil oplosan tidak langsung dijual ke masyarakat, melainkan lebih dulu didistribusikan ke para pengecer.
Seorang warga sekitar berinisial A mengaku telah lama mencurigai aktivitas di gudang tersebut. Ia mengungkapkan kerap melihat kendaraan besar jenis cold diesel keluar-masuk lokasi.
"Mobil besar sering masuk ke situ, bang. Biasanya bawa minyak. Aktivitasnya bukan baru, sudah lama,” ujarnya kepada wartawan.
Pantauan media di lokasi juga menunjukkan aktivitas distribusi yang cukup intens. Sejumlah orang terlihat datang silih berganti, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi, untuk mengambil BBM dalam jerigen.
Bahkan, satu unit mobil Avanza sempat terlihat memuat puluhan jerigen BBM dari dalam gudang. Muatan tersebut diduga kuat akan kembali disalurkan ke tingkat pengecer sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.
Di sekitar gudang, drum kosong dan jerigen berisi minyak tampak berserakan. Pemandangan ini semakin menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi jantung distribusi BBM ilegal.
Kondisi ini kemudian memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Dengan skala aktivitas yang dinilai tidak kecil, banyak pihak mempertanyakan bagaimana gudang tersebut dapat terus beroperasi tanpa tersentuh penindakan.
"Kalau tidak ada yang tahu, rasanya sulit dipercaya. Lokasinya tidak jauh dari fasilitas aparat. Tapi sampai sekarang tetap berjalan,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Meski isu mengenai dugaan setoran atau keterlibatan pihak tertentu kerap beredar di tengah masyarakat, hal tersebut masih memerlukan pembuktian hukum yang sah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai keberadaan dan aktivitas gudang tersebut.
Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan kebenaran informasi ini serta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Laporan: Arifin