Viencent : 1 Ton Beras dari Ketua TKBM untuk Mereka yang Sedang Berjuang di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025

Viencent Moerghasini Yusuf, Ketua Dumai Charity Movement (DCM)

DUMAI — Di tengah kabar duka dan gelisah yang datang silih berganti dari wilayah Sumatera akibat bencana, secercah harapan muncul dari Kota Dumai. Bukan dari ruang rapat megah, bukan pula dari sorotan kamera. Harapan itu datang dalam bentuk sederhana: 1 ton beras, dikirimkan dari tangan seorang pemimpin yang memilih bekerja dalam diam, Agoes S. Salam, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kota Dumai.

Bagi sebagian orang, beras mungkin hanya komoditas sehari-hari. Namun, bagi mereka yang kehilangan rumah dan penghidupan, sekarung beras adalah penanda bahwa mereka tidak sendirian, bahwa di luar sana, masih ada yang peduli.

Melalui Dumai Charity Movement (DCM), bantuan ini disalurkan sebagai tanda bahwa kepedulian tidak selalu perlu panggung besar. Ia hidup dalam tindakan kecil yang dilakukan tepat ketika dibutuhkan. Ketua DCM, Viencent Moerghasini Yusuf, menerima bantuan tersebut dengan mata yang berkaca-kaca, bukan karena jumlahnya, melainkan karena nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. 

"Beliau tidak banyak bicara. Tidak menunggu timbal balik. Tidak menunggu sorotan. Donasi ini adalah cara beliau mengatakan bahwa sesama manusia harus saling jaga, saling bantu. Itulah makna kepemimpinan bagi kami,” tutur Viencent dengan haru.

Dalam suasana penuh keprihatinan ini, nama Agoes S. Salam bukan sekadar disebut sebagai ketua organisasi, melainkan seseorang yang hadir di titik paling manusiawi dari jabatannya: melindungi dan membantu. 

"Mungkin bantuan ini tidak bisa menghapus luka dan kehilangan, tetapi ia bisa menguatkan hati. Dan bagi kami, itu lebih dari cukup untuk terus berjalan,” tambahnya.

DCM memastikan pendistribusian bantuan dilakukan setepat mungkin, menjangkau para korban yang masih bertahan di lokasi-lokasi terpencil. Mereka tidak bekerja sendirian — solidaritas masyarakat yang terus mengalir menjadi tenaga tambahan bagi setiap langkah kemanusiaan ini.

Bagi DCM, aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari rangkaian kebaikan yang diharapkan menular ke lebih banyak pihak. 

Kebaikan itu menular ujar Viencent. “Ketika satu orang memulai, yang lain akan ikut menyalakan lilin kecilnya. Dan bersama-sama, lilin-lilin itu bisa menjadi cahaya yang menerangi jalan pulang bagi mereka yang sedang tersesat dalam gelap.”

Dan dari Dumai, cahaya itu mulai menyala.