Purbaya Tersentuh Kondisi TNI di Lapangan: “Negara Harus Hadir”

Kamis, 01 Januari 2026

“Momen Prajurit TNI makan Indomie beralaskan kardus di tengah SAR banjir

JAKARTA — Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa negara memiliki anggaran untuk membayar kerja keras anggota TNI yang bertugas menangani bencana di wilayah Sumatra. Hal itu disampaikan setelah dirinya mengaku prihatin melihat kondisi para prajurit yang bekerja di lapangan dengan fasilitas terbatas.

Purbaya menyebut, pemerintah siap menyalurkan anggaran apabila pengajuan kebutuhan diajukan sesuai prosedur dan pemanfaatannya tepat sasaran. “Tergantung nanti KSAD-nya ngajuin seperti apa, kita bayar sesuai permintaan dia. Kalau pintar-pintar ya sisipin aja, bisa buat anggaran ini, buat tenaga kerja, asal masuk akal kita keluarin,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Ia mengungkapkan rasa prihatin setelah melihat dokumentasi video di media sosial yang memperlihatkan anggota TNI makan dengan kondisi sederhana saat bertugas. “Kasihan tuh makannya nasi bungkus rupanya. Di YouTube saya lihat makan di karton, di TikTok. Sudah kerja capek, saya pikir harus diperlakukan lebih layak,” tegas Purbaya.

Pernyataan tersebut menanggapi keluhan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, yang mengaku keterbatasan dukungan logistik dan pendanaan dalam pemulihan pascabencana di Sumatra. Dalam rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR di Aceh, Selasa (30/12/2025), Maruli menyampaikan bahwa dukungan yang diterima selama ini masih minimal.

“BNPB juga hanya dukung makan, Pak. Enggak ada beli barang, pengiriman semua, enggak ada,” kata Maruli dalam rapat tersebut.

Mendengar hal itu, Purbaya merespons dengan menanyakan proses pengajuan kebutuhan. “Bapak nggak minta kali?” tanya Purbaya. “Waduh, saya udah minta semua orang, Pak. Enggak ada yang ngasih,” jawab Maruli disambut tawa peserta rapat.

Purbaya memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut agar para prajurit mendapat dukungan yang layak, terutama dalam situasi darurat dan bencana.