
Andi Irwandi
DUMAI — Pemerhati isu kebangsaan sekaligus Sekjen Nasional Relawan Pendukung Prabowo 2019, Andi Irwandi, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya penyebaran narasi negatif dan provokatif yang belakangan ramai diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media sosial dan ruang digital.
Menurut Andi, sejumlah narasi yang beredar tidak sejalan dengan realitas kerja pemerintahan saat ini. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo bersama jajaran pemerintahannya tengah menunjukkan keseriusan dalam bekerja serta menghadirkan kebijakan-kebijakan nyata yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Ia menyoroti framing yang menyebut pemerintahan Presiden Prabowo masih berada “di bawah bayang-bayang mantan Presiden sebelumnya”, hingga penggunaan diksi seperti “Orde Baru bangkit dari kubur”. Menurutnya, narasi tersebut tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat dan lebih mengedepankan muatan emosional ketimbang analisis objektif.
“Penggunaan istilah-istilah semacam itu berpotensi menimbulkan kegelisahan publik serta memperlebar jurang polarisasi di tengah masyarakat. Ini bukan kritik yang sehat, melainkan cenderung provokatif dan berisiko memecah belah,” ujar Andi Irwandi.
Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari demokrasi dan dijamin oleh konstitusi. Namun, kritik seharusnya disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis data, argumentasi rasional, serta bertujuan untuk perbaikan, bukan menciptakan ketakutan kolektif atau adu domba di ruang publik.
Lebih lanjut, Andi mengingatkan derasnya arus informasi di media sosial kerap dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak, tidak mudah terprovokasi, serta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar. Namun, perbedaan itu tidak boleh mengorbankan persatuan Indonesia. Ruang publik harus kita jaga tetap sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” tegasnya.
Ia menutup dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan, memperkuat optimisme kolektif, serta memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)