KPK Gelar OTT Serentak di Kota Madiun dan Kabupaten Pati

Senin, 19 Januari 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) secara serentak di dua wilayah, yakni Kota Madiun, Jawa Timur, dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (19/1).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya OTT di Pati yang dilakukan bersamaan dengan operasi senyap di Madiun. “Untuk yang di wilayah Pati saat ini masih berprogres. Kami tunggu bersama perkembangannya,” ujar Budi kepada wartawan.

Belakangan terungkap, Bupati Pati Sudewo turut terjaring dalam OTT tersebut. Usai diamankan, Sudewo sempat menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus sebelum selanjutnya ditangani langsung oleh penyidik KPK.

Namun hingga kini, KPK belum mengungkap secara detail konstruksi perkara, status hukum Sudewo, maupun pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam OTT di Pati. KPK menegaskan seluruh informasi akan disampaikan secara terbuka setelah proses pemeriksaan awal rampung.

Sementara itu, dalam OTT di Madiun, KPK mengamankan total 15 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi.

Dalam operasi di Madiun, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. KPK menduga OTT tersebut berkaitan dengan praktik fee proyek dan pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh perkara hasil OTT di Pati dan Madiun sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta akan menyampaikan perkembangan resmi kepada publik.