Persatuan Bangsa Jadi Benteng Hadapi Provokasi Di Media Sosial

Rabu, 21 Januari 2026

Andi Irwandi

DUMAI — Di tengah derasnya arus informasi digital yang nyaris tanpa sekat, persatuan dan kesatuan bangsa kembali diuji. Maraknya pemberitaan di ruang publik, terutama di media sosial, menuntut masyarakat untuk bersikap lebih bijak agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.

Pemerhati isu kebangsaan, Andi Irwandi menegaskan bahwa era digital telah membuka ruang penyebaran informasi yang begitu cepat, namun tidak selalu berpijak pada kebenaran. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi memicu perpecahan apabila masyarakat kehilangan nalar kritis.

“Kita harus selalu menjaga Persatuan Indonesia dari segala bentuk informasi dan pemberitaan, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Jangan mudah percaya, apalagi terprovokasi, sebelum kita mengecek kebenarannya secara objektif,” tegas Andi Irwandi.

Ia mengingatkan bahwa hoaks, ujaran kebencian, serta propaganda bermuatan kepentingan sempit dapat menjadi ancaman serius bagi sendi-sendi kebangsaan. Tanpa sikap selektif dan rasional, ruang digital dapat berubah menjadi medan konflik yang merusak harmoni sosial.

Lebih jauh, Andi Irwandi menekankan bahwa menjaga persatuan bukan semata tanggung jawab negara, melainkan panggilan moral seluruh elemen bangsa. Persatuan, katanya, harus dirawat dengan kedewasaan berpikir, kejujuran, dan kesadaran kolektif akan masa depan Indonesia.

“Kebangsaan harus kita rawat dengan hati dan rasa cinta terhadap negeri ini. Persatuan bukan sekadar slogan, tetapi energi utama agar generasi mendatang tetap hidup dalam Indonesia yang utuh, damai, dan berdaulat,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memperkuat literasi informasi, menghidupkan dialog kebangsaan, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Seruan ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya polarisasi sosial akibat perbedaan pandangan politik, ideologi, maupun kepentingan kelompok yang kerap dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat.

Dengan persatuan yang terus dirawat, Andi Irwandi optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global dan memperkokoh ketahanan nasional di tengah kompleksitas era transformasi digital.