BPBD Meranti Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dua Rumah di Tanjung Bakau

Jumat, 20 Februari 2026

MERANTI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat membantu warga yang terdampak kebakaran dua unit rumah di Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang. Bantuan diserahkan langsung pada Kamis (19/2/2026) sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap korban musibah.

Bantuan tersebut diberikan kepada Jumadi (56) dan Epri Mardiansyah Putra (30), yang rumahnya hangus dilalap api pada Rabu malam, 11 Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam merespons cepat setiap kejadian bencana.

"Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan koordinasi dan pendataan. Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah agar korban bisa segera terbantu untuk kebutuhan mendesak pascakebakaran," ujar Ardath.

Ia menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Sidomulyo RT 001/RW 002 Dusun I Desa Tanjung Bakau. Api pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, Aziz Alili dan Muhammad Al Hakim, yang melihat kobaran api sudah membesar dari salah satu rumah.

Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api cepat menjalar hingga menghanguskan dua rumah. Laporan kemudian disampaikan kepada petugas, dan tim segera bergerak ke lokasi dengan membawa perlengkapan pemadam.

Petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus arus listrik demi menghindari risiko lanjutan. Berkat kerja sama Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa, Kepala Desa Tanjung Bakau, dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Itu yang paling utama. Namun kerugian materil memang cukup besar," tambah Ardath.

Diketahui saat kebakaran terjadi, di dalam rumah terdapat tiga orang yang sedang tertidur, yakni Ida Suzana bersama dua cucunya yang masih berusia 4 dan 3 tahun. Mereka berhasil diselamatkan setelah dibangunkan warga yang pertama kali melihat titik api.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari korsleting kabel di dapur, tepatnya dari colokan kulkas yang menggunakan kabel berukuran kecil. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

Akibat musibah tersebut, Jumadi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta, sedangkan Epri Mardiansyah Putra sekitar Rp90 juta.

Ardath mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk memastikan instalasi listrik sesuai standar dan tidak menggunakan kabel yang tidak layak. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi kebakaran," tegasnya.

BPBD Kepulauan Meranti memastikan akan terus hadir dalam setiap situasi darurat, baik pada tahap penanganan maupun pemulihan, agar masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka kembali.(red)