
MERANTI -- Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Khalid Ali, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan panen raya padi yang digelar di Desa Mekarbaru, Selasa (4/2/2026). Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat Meranti.
"Alhamdulillah hari ini kita mengikuti panen raya di Desa Mekarbaru. Kami dari DPRD sangat mendukung penuh kegiatan ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Khalid saat diwawancarai wartawan.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemaparan dinas terkait dan Bupati Meranti, pemerintah daerah menargetkan peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun. Target tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi padi secara signifikan.
"Kalau program ini benar-benar terlaksana dan terealisasi, insyaallah masyarakat Kepulauan Meranti tidak lagi bergantung pada beras dari luar daerah. Kita bisa menikmati hasil pertanian sendiri,” katanya.
Khalid menegaskan, DPRD akan terus mengawal serta mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Mari kita bersama-sama mendukung kegiatan ini, supaya kampung kita, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi makmur dan sejahtera, sejalan dengan visi dan misi bupati, yaitu unggul, agamis, dan sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri kegiatan Panen Raya sekaligus Penanaman Padi di lahan Optimasi Lahan (OPLAH) di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Kepala Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau, perwakilan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP) Provinsi Riau, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Kepala Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, pimpinan dan anggota DPRD Meranti, unsur Forkopimda, TNI–Polri, para kepala OPD, camat, kepala desa, Brigade Pangan, kelompok tani (Poktan/Gapoktan), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi, S.P, dalam laporannya menyampaikan bahwa produksi padi tahun 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan produksi padi tahun ini mencapai lebih dari 3.000 ton. Ini capaian yang sangat menggembirakan dan menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Ia memaparkan, kebutuhan beras masyarakat Meranti sekitar 19 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal masih di kisaran 6.000 ton per tahun. Namun melalui optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun, pemerintah optimistis ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat ditekan.
Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta peralihan dari sistem manual ke mekanisasi pertanian. Pemerintah daerah juga membentuk Brigade Pangan yang dilengkapi alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat proses tanam dan panen.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan, terutama penambahan combine harvester dan gudang penyimpanan alsintan agar peralatan dapat terawat dengan baik dan tidak rusak akibat cuaca.
Dari sisi pemasaran, Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan memberi kepastian pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa kondisi geografis Meranti sebagai daerah kepulauan dengan lahan gambut dan pengaruh pasang surut laut bukanlah hambatan bagi pengembangan pertanian.
"Kita berada di bibir Selat Malaka dengan tantangan alam yang besar. Namun hari ini kita buktikan, melalui program Optimasi Lahan, wilayah marginal bisa menjadi hamparan hijau yang produktif. Petani Meranti adalah petarung tangguh,” tegasnya.
Menurutnya, panen raya tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kontribusi nyata Kepulauan Meranti dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
"Sebagai wilayah terluar, kemandirian pangan Meranti adalah bagian dari kedaulatan negara. Setiap bulir padi yang kita panen hari ini adalah pesan kepada pusat: dari pesisir Riau, kami siap memberi makan negeri,” ujarnya.
Bupati juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian serta penggunaan varietas benih yang tahan terhadap kadar salinitas. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat guna meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan.
Di akhir sambutan, Asmar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Satgas Swasembada Pangan, BBPOPT, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah melakukan pendampingan dan koordinasi sehingga program berjalan optimal.