
MERANTI -- Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, turut menghadiri pembukaan Festival Perang Air 2026 yang digelar di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang, Selasa (17/2/2026). Tak hanya hadir, politisi PDI Perjuangan itu juga ikut berbaur dan merasakan langsung keseruan perang air bersama masyarakat.
Kegiatan tahunan yang menjadi ikon budaya di Selatpanjang tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar. Turut hadir Wakil Bupati Muzamil, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah pejabat dari Polda Riau, di antaranya Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Hengki Haryadi, dan Kabid Humas Polda Riau Zahwani Pandra Arsyad.
Pembukaan festival ditandai dengan tembakan air oleh Bupati Asmar bersama Ketua DPRD Khalid Ali dan Kapolda Riau kepada peserta yang melintas di depan panggung utama menggunakan becak. Suasana pun semakin meriah ketika para peserta membalas siraman air ke arah panggung hingga para pejabat turut basah kuyup.
Khalid Ali bahkan sempat naik becak dan berkeliling bersama sejumlah pejabat lainnya menyusuri jalanan Selatpanjang yang dipadati masyarakat.
Menurut Khalid, Festival Perang Air merupakan tradisi unik yang mencerminkan keberagaman dan tingginya toleransi masyarakat Kepulauan Meranti.
"Perang air ini sangat menarik dan seru. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini juga menggambarkan kerukunan dan keberagaman yang ada di Meranti,” ujarnya.
Ia menilai festival tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat, terutama saat perayaan Imlek yang mampu menarik puluhan ribu wisatawan ke Selatpanjang.
"Ini momen tahunan yang menjadi sumber rezeki bagi masyarakat. Perputaran ekonomi dari kegiatan ini sangat besar,” kata Khalid.
Ketua DPRD itu juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan serta memberikan sambutan yang baik kepada para tamu yang datang ke Selatpanjang.
"Beri rasa aman dan sambut tamu-tamu kita dengan baik, karena kesan yang mereka dapatkan di sini akan menjadi cerita saat kembali ke daerah masing-masing,” pesannya.
Festival Perang Air sendiri berlangsung selama enam hari, mulai 17 hingga 22 Februari 2026, setiap pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan dikenal sebagai salah satu festival perang air terbesar di Indonesia.