
Foto : Logo Organisasi Peta
DUMAI – Peta dinamika organisasi masyarakat di Kota Dumai diprediksi akan segera berubah. Sebuah organisasi baru bernama PETA (Pengawasan Etika dan Tata Kelola) tengah bersiap untuk dideklarasikan dan mulai menyita perhatian publik.
Wacana pembentukan organisasi ini menjadi perbincangan hangat di kalangan tokoh pemuda, aktivis, hingga masyarakat Dumai. PETA disebut hadir sebagai gerakan baru yang membawa misi penguatan pengawasan publik terhadap etika serta tata kelola pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar organisasi lokal, para penggagas menyebut PETA lahir dari semangat kebangsaan yang lebih luas.
“Dari Kota Dumai kami melihat Indonesia tercinta. Kami ingin memastikan bahwa semangat pengawasan, etika, dan tata kelola yang baik dimulai dari daerah untuk kemajuan bangsa,” ungkap salah seorang inisiator PETA.
Saat ini, para penggagas organisasi tengah melakukan konsolidasi intensif untuk mematangkan konsep organisasi, menyusun struktur kepengurusan, serta mempersiapkan deklarasi resmi yang direncanakan akan digelar dalam waktu dekat.
Di tengah proses konsolidasi tersebut, satu nama mulai mencuat sebagai figur yang berpotensi memimpin organisasi ini. Dhery disebut-sebut mendapat dukungan luas untuk menjadi Ketua PETA Dumai.
Nama Dhery bahkan kerap muncul dalam berbagai diskusi internal para penggagas organisasi.
Aktivis Dumai, Khadafi, mengatakan bahwa munculnya nama Dhery bukan tanpa alasan. Menurutnya, Dhery dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta memiliki jaringan luas di kalangan pemuda dan masyarakat.
“Memang saat ini masih tahap konsolidasi. Tapi dalam beberapa diskusi, nama Dhery cukup sering muncul dan mendapat banyak dukungan dari kawan-kawan,” ujar Khadafi.
Menurut Khadafi, pengalaman organisasi dan kedekatan Dhery dengan berbagai komunitas di Dumai menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang solid dan mampu bergerak secara luas.
Sementara itu, salah seorang inisiator pembentukan organisasi PETA di Dumai, Andi Irwandi, menegaskan bahwa gagasan pembentukan organisasi ini lahir dari kebutuhan akan ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.
Ia menilai masyarakat perlu memiliki wadah yang mampu menguatkan peran publik dalam menjaga etika, transparansi, dan tata kelola yang baik.
“PETA kami harapkan menjadi wadah kolaborasi lintas elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Meski nama Dhery mulai ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait siapa yang akan memimpin organisasi tersebut. Penentuan ketua nantinya akan diputuskan melalui musyawarah bersama para pendiri dan pengurus organisasi.
Namun demikian, wacana kelahiran organisasi PETA sudah mulai memunculkan antusiasme di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai organisasi ini berpotensi menjadi kekuatan sosial baru dalam dinamika organisasi kemasyarakatan khususnya di Kota Dumai.
Jika seluruh proses konsolidasi berjalan lancar, deklarasi organisasi PETA di Dumai dikabarkan akan digelar dalam waktu dekat dengan mengundang tokoh masyarakat, pemuda, hingga berbagai organisasi di daerah.
Kehadiran PETA pun diprediksi akan membuka babak baru dalam gerakan masyarakat sipil di Kota Dumai sebuah gerakan yang lahir dari daerah dengan semangat besar untuk Indonesia. (**)