Tak Cukup Pelaku Lapangan, Presiden Prabowo Perintahkan Bongkar Dalang Teror Aktivis

Kamis, 19 Maret 2026

 

JAKARTA — Nada kemarahan itu tak bisa disembunyikan. Tegas, tajam, dan tanpa ruang kompromi. Presiden Prabowo akhirnya angkat suara menyusul aksi brutal penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, sebuah serangan yang mengguncang nurani publik.

“Ini terorisme! Tindakan biadab! Harus kita kejar, harus kita usut tuntas!” tegas Presiden.

Namun pernyataan itu bukan sekadar kecaman. Dengan tekanan yang lebih dalam, Prabowo menegaskan garis tegas pengusutan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangn.

“Harus kita usut, bukan hanya pelaku lapangan, tapi siapa yang suruh, siapa yang bayar, usut sampai aktornya!” ujar residen dengan nada tanpa kompromi.

Pernyataan itu disampaikan langsung saat wawancara di Hambalang, Selasa, 17 Maret 2026, bersama jurnalis senior Najwa Shihab. Dalam dialog tersebut, Najwa menyinggung pola lama yang berulang dalam berbagai kasus kekerasan di Indonesia, penegakan hukum yang kerap berhenti di pelaku eksekutor, tanpa pernah benar-benar menyentuh dalang intelektual di balik layar.

Pertanyaan itu seperti membuka kembali luka lama. Deretan kasus teror terhadap aktivis yang menguap tanpa kejelasan kembali terngiang, meninggalkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Kali ini, Presiden memastikan pola itu harus diputus. Serangan penyiraman air keras terhadap Andri Yunus tidak lagi dipandang sebagai kriminalitas biasa. Peristiwa ini telah naik derajat menjadi ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. Ketika seorang aktivis diserang, yang disasar bukan hanya individu, tetapi juga suara publik yang kritis.

Kini sorotan tajam mengarah pada aparat penegak hukum. Perintah sudah jelas, pesan sudah tegas tidak boleh ada lagi batas tak kasat mata yang melindungi aktor di balik layar.

Karena kali ini, keadilan tidak boleh berhenti di permukaan.