Kenapa Indonesia masuk BoP, ini penjelasan rasional Prabowo ke Dasco

Jumat, 20 Maret 2026

Foto : Prof Sufmi Dasco Ahmad - Wakil Ketua DPR RI

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru politik luar negeri Indonesia, tidak lagi berhenti pada retorika, tetapi bergerak menuju aksi nyata. Keputusan strategis bergabung dalam skema internasional BoP (Board of Peace) yang bertujuan untuk mendorong perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina dan disebut sebagai langkah berani untuk benar-benar hadir membantu rakyat Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.

Penjelasan ini diungkap oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menilai kebijakan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak ingin lagi hanya menjadi penonton dalam konflik global yang menyangkut nilai kemanusiaan.

Menurut Dasco, Presiden Prabowo memiliki pandangan tegas: Indonesia harus hadir langsung di lapangan, bukan sekadar bersuara di forum internasional.

“Indonesia ingin berperan aktif, bukan hanya menjadi penonton.”

Dalam percakapan yang diungkap pak Dasco, Presiden Prabowo bahkan menyampaikan analisis strategis yang lugas. Beliau menyoroti bahwa wilayah-wilayah yang menjadi target keterlibatan Indonesia saat ini berada dalam kendali militer Israel. Namun justru di situlah peluang peran Indonesia terbuka. 

“Kamu tahu nggak, daerah zona-zona yang kita mau masuk itu adalah zona-zona yang saat ini dikuasai tentara Israel. Sehingga kalau kita kirim pasukan kita, pasukan-pasukan Israel itu akan keluar dari sana, dan otomatis kita yang jaga saudara-saudara kita (rakyat Palestina) di sana,” jelas Presiden Prabowo.

Pernyataan itu menegaskan bahwa tanpa kehadiran langsung, Indonesia hanya akan terjebak dalam simbolisme tanpa dampak nyata. “Kalau kita di luar, kita cuma omon-omon. Kita nggak akan bisa berbuat,” tegasnya.

Dengan nada reflektif namun penuh tekad, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa momentum geopolitik saat ini membuka ruang bagi Indonesia untuk berperan lebih besar. 

“Bismillah kita masuk, kita berbuat yang terbaik untuk bangsa Palestina… Indonesia memiliki peluang untuk benar-benar hadir membantu rakyat Palestina.”

Lebih jauh, bapak Presiden menilai posisi Indonesia baik di mata dunia, sebagai negara yang relatif diterima berbagai pihak tanpa menimbulkan kecurigaan politik. 

“Saya meyakini, hanya Indonesia yang saat ini bisa diterima dengan baik oleh saudara-saudara kita di Palestina, tanpa menimbulkan kecurigaan. Kita bisa mengirimkan bantuan, termasuk personel dan peralatan, serta berdiri tegak di sana sebagai kekuatan perdamaian.”

Langkah bergabung dalam BoP dinilai membuka jalan bagi Indonesia untuk tidak hanya mengirim bantuan, tetapi juga terlibat langsung dalam misi kemanusiaan, pengamanan wilayah, hingga mendukung proses pemulihan di wilayah Palestina, khususnya Gaza.

Dengan sikap ini, Presiden Prabowo mengirim pesan tegas ke dunia,  Indonesia siap melangkah lebih jauh dari diplomasi menuju aksi nyata, dari kata, menuju kehadiran. (*)