
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmen negaranya untuk terus mempererat hubungan dengan Rusia, menandai arah kebijakan luar negeri Pyongyang yang semakin solid dengan Moskow.
Mengutip laporan kantor berita KCNA, Rabu, Kim menyatakan bahwa Korea Utara akan tetap berdiri bersama Rusia sebagai bagian dari aliansi saling dukung yang kuat.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas ucapan selamat dari Presiden Rusia Vladimir Putin setelah dirinya kembali menjabat sebagai Presiden Komisi Urusan Negara.
“Pyongyang akan terus bersama Moskow. Ini adalah pilihan kami dan tekad yang tak tergoyahkan,” tegas Kim, seperti dilaporkan KCNA.
Sementara itu, Putin dalam pesannya menegaskan komitmen Rusia untuk melanjutkan kerja sama erat dengan Korea Utara, termasuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
Hubungan kedua negara memang terus menguat sejak penandatanganan kesepakatan strategis pada 2024, yang mencakup komitmen saling memberikan dukungan militer jika salah satu pihak menghadapi serangan dari pihak ketiga.
Kerja sama tersebut juga tercermin dalam dukungan langsung Pyongyang terhadap Moskow dalam konflik dengan Ukraina. Berdasarkan laporan intelijen Korea Selatan, Korea Utara sebelumnya mengirim ribuan personel, termasuk insinyur militer, untuk membantu operasi di wilayah Rusia.
Kim sendiri kembali terpilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 di Pyongyang, memperkuat posisinya sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.
Sumber: Anadolu