IPSI Berganti Nahkoda, Sugiono Pikul Harapan Besar Pencak Silat Indonesia

Senin, 13 April 2026

Foto : Akhmad Khadafi, Ketua Harian KONI kota Dumai

JAKARTA -- Sebuah babak panjang resmi ditutup. Sebuah era baru pun dimulai.

Di bawah sorotan lampu Jakarta Convention Center, forum tertinggi organisasi silat nasional akhirnya melahirkan nahkoda baru. Sugiono, B.Sc. M.BA tanpa satu pun suara penolakan, ditetapkan sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional XVI PB IPSI.

Aklamasi itu bukan sekadar prosedur. Ia adalah simbol, bahwa harapan besar kini bertumpu pada satu nama.

Namun di balik tepuk tangan yang menggema, terselip suasana haru yang tak bisa disembunyikan.

Selama puluhan tahun, Pak Prabowo Subianto bukan hanya memimpin, beliau adalah wajah, napas, dan denyut dari perjalanan panjang pencak silat Indonesia. Kini, setelah hampir empat dekade pengabdian, tongkat estafet itu akhirnya dilepas.

Ini bukan tugas ringan,” ucap Sugiono, suaranya tenang namun sarat beban sejarah. Ada harapan besar yang kini berada di pundak kami.”

Kata-kata itu menggantung di udara, seolah menyadarkan semua yang hadir bahwa momen ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan titik balik

Sugiono tak menutupi rasa harunya. Beliau menyebut pengabdian Pak Prabowo sebagai sesuatu yang nyaris tak tergantikan dedikasi yang lahir dari hati, bukan sekadar posisi.

Hampir 38 tahun beliau mengurus pencak silat. Tanpa cinta yang mendalam, itu mustahil terjadi.”

Kalimat itu bukan pujian biasa. Itu adalah pengakuan atas sebuah warisan besar yang kini harus dijaga, bahkan dilampaui.

Namun Sugiono tak datang hanya untuk menjaga. Beliau datang untuk bertarung membawa pencak silat melangkah lebih jauh dari sebelumnya.

Targetnya tegas, ambisius, dan penuh risiko : "Olimpiade"

Beliau ingin dunia tak lagi sekadar mengenal pencak silat sebagai budaya, tetapi mengakuinya sebagai olahraga global yang layak berdiri sejajar dengan cabang-cabang elit dunia.

Di saat yang sama, beliau juga menyiapkan fondasi dari dalam negeri mendorong pencak silat masuk ke sistem pendidikan nasional, menjadikannya bagian dari pembentukan karakter generasi bangsa.

Dari luar arena, dukungan pun mengalir. Akhmad Khadafi, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Dumai Riau, menyuarakan optimisme bahwa kepemimpinan baru ini akan tetap menjaga jati diri silat sebagai warisan budaya, sekaligus mengangkat prestasinya ke panggung dunia.

Semangat “Bela Diri, Bela Bangsa” kembali digaungkan kali ini dengan harapan baru.

Kini, panggung telah berganti.Sang legenda telah menepi, dan di tengah sorotan, seorang pemimpin baru berdiri.

Pertanyaannya bukan lagi siapa yang memimpin melainkan sejauh mana pencak silat akan dibawa melangkah. "Selamat dan Sukses atas Pelantikan, Bapak Sugiono B,Sc M.BA sebagai Ketua Umum PB IPSI 2026-2030" ucap Khadafi. (*)