
JAKARTA -- Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak berhasil menyelamatkan 23 imigran ilegal asal Indonesia setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di peraitan Pulau Pangkor, dekat Lumut, pada Senin pagi.
Direktur MMEA Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan insiden tersebut diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari seorang nelayan setempat sekitar pukul 05.30 pagi. Nelayan itu menemukan sejumlah korban terapung di laut sebelum segera melaporkannya kepada otoritas maritim.
Menindaklanjuti laporan tersebut, MMEA Perak langsung mengaktifkan Operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) dengan mengerahkan dua kapal patroli ke lokasi kejadian. Operasi turut melibatkan Kepolisian Maritim, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN), serta bantuan masyarakat nelayan setempat.
Dalam operasi itu, sebuah kapal nelayan berhasil menyelamatkan 23 korban yang terdiri atas 16 pria dan tujuh wanita. Seluruh korban selamat kemudian diserahkan ke Markas Besar Kepolisian Distrik Manjung untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Hasil investigasi awal mengungkapkan bahwa perahu nahas tersebut membawa total 37 penumpang. Dengan demikian, sebanyak 14 penumpang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Operasi SAR masih terus dilakukan untuk mencari korban yang belum ditemukan. Dalam pencarian tersebut, pihak berwenang turut menemukan tiga tas berisi pakaian yang diduga milik para penumpang. Barang-barang tersebut akan diidentifikasi oleh para penyintas.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, rombongan imigran ilegal itu diketahui berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei lalu dengan tujuan ke beberapa wilayah di Malaysia, antara lain Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
Menurut sumber terpercaya di KBRI, jumlah 39 PMI ilegal ini, sebagian besar berasal dari pulau jawa.
Berikut ini nama-nama WNI yang selamat.
Korban Laki-Laki (16 Orang)
1. Minggus, 28 tahun, Kristen, status bujang.
2. Jeri, 26 tahun, Kristen, status bujang.
3. Efendi Jaya Rius Bere, 29 tahun, Kristen, status menikah.
4. La. Ajina, 28 tahun, Islam, status menikah.
5. M. Yunus, 44 tahun, Islam.
6. Adi Purwo, 43 tahun, Islam, status menikah.
7. Nanda, 42 tahun, Islam, status menikah.
8. Anggi Permana, 22 tahun, Islam, status bujang.
9. Mias Mboro, 38 tahun, Kristen, status menikah.
10. Ringgi Giri, 30 tahun, Kristen, status menikah.
11. Denis, 23 tahun, Kristen, status bujang.
12. M. Kahfi Kamil, 21 tahun, Islam, status bujang.
13. Riki Mulia, 32 tahun, Islam, status menikah.
14. Suyanto, 25 tahun, Islam, status bujang.
15. Ahmad Habibi, 37 tahun, Islam, status menikah, No. Paspor B4963113.
16. Sahrul Agustian, 24 tahun, Islam, status bujang, No. Paspor XE593330.
Korban Meninggal (7 Orang)
1. Suwinda Julia, 39 tahun, Islam, status menikah, No. Paspor XE778050.
2. Sarah, 43 tahun, Islam, status janda, No. Paspor EO938437.
3. Rkalinah, 33 tahun, Islam, status menikah, No. Paspor XE321996.
4. Selfia Novi, 30 tahun, Islam, status janda.
5. Agustina Hoar Nahak, 37 tahun, Kristen, status janda.
6. Daviana Hoar Nahak, 30 tahun, Kristen, status janda.
7. Inne Rostiani Entang, 48 tahun, Islam, status janda.