
Ket foto : Warga tampak sudah menunggu di SPBU Kecamatan Sungai Mandau, namun pelayanan belum buka. Sabtu (30/5) pagi.
SIAK -- Sejumlah warga mengeluh terhadap pelayanan sebuah SPBU di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Karena selain harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite, SPBU tersebut diduga kerap melayani pelangsir.
Menurut warga, antrean kendaraan kerap terjadi karena operator SPBU tidak selalu membuka layanan sesuai jam operasional. Kondisi itu membuat masyarakat harus menunggu lama hanya untuk mengisi bahan bakar bagi kebutuhan sehari-hari.
"Kami sering menunggu lama karena operator belum datang. Sudah biasa seperti itu. Kadang warga sudah mengantre, tapi layanan belum dibuka," kata seorang warga yang ditemui pada Sabtu (30/5).
Selain itu, warga menyebut adanya aktivitas pelangsiran Pertalite yang berlangsung secara terbuka. Sejumlah sepeda motor yang diduga telah dimodifikasi disebut bebas keluar masuk ke area SPBU untuk melakukan pengisian BBM subsidi.
Setelah tangki kendaraan terisi penuh, BBM tersebut diduga dipindahkan ke jeriken untuk kemudian diperjualbelikan kembali. Aktivitas itu disebut ditemukan hampir setiap hari dan berlangsung sudah sejak lama.
Warga menilai praktik ini ikut memengaruhi ketersediaan Pertalite bagi masyarakat umum. Mereka mengaku kerap kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena stok cepat habis.
"Kadang pas kita mau ngisi, eh Pertalitenya malah sudah habis. Ya mungkin disebabkan itu, karena mereka melayani pelangsir" ujar warga lainnya.
Pengawas SPBU, Vino, tidak membantah adanya aktivitas pelangsiran di lokasi tersebut. Saat dikonfirmasi wartawan, ia mengatakan praktik itu sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum dirinya bertugas sebagai pengawas.
"Kalau mereka melangsir memang sudah dari dulu. Sebelum saya di sini juga sudah begitu. Operator yang mengatur. Mereka yang menentukan jam masuk dan jam tutup. Saya tidak berani ikut campur," kata Vino.
Selain menyoroti dugaan pelangsiran, warga juga mempertanyakan penerapan standar operasional di SPBU tersebut. Mereka menyebut operator kerap membuka layanan sekitar pukul 09.00 WIB dan menutup operasional pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Kondisi itu dinilai merugikan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Warga berharap pengelola SPBU segera melakukan pembenahan serta memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
Di sisi lain, sejumlah warga juga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap dugaan pelangsiran yang disebut berlangsung secara terbuka.
Penulis : Arifin