
MERANTI -- Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin meminta PLN segera menuntaskan gangguan listrik yang dalam dua pekan terakhir kerap terjadi di Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu. Permintaan itu disampaikan setelah banyak warga mengeluhkan pemadaman berulang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Persoalan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Muzamil di Aula Kantor Camat Merbau, Selasa (2/6). Hadir dalam pertemuan itu Kepala PLN Selatpanjang Roni Saputra, Manager Unit Layanan PLN Pekanbaru Andika, unsur Forkopimcam, Asisten Sekda Irmansyah, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.
Menurut Muzamil, pemerintah daerah sengaja mempertemukan masyarakat dan PLN untuk memperoleh penjelasan langsung terkait penyebab gangguan listrik sekaligus mencari solusi agar persoalan tidak berlarut-larut.
"Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, terutama saat beban puncak menjelang Magrib hingga malam hari. Kondisi ini harus segera ditangani karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," ujar Muzamil.
Warga mengaku pemadaman sering terjadi tanpa pemberitahuan. Selain itu, listrik juga kerap mati-hidup dalam waktu singkat sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kerusakan peralatan elektronik rumah tangga.
Saat ini, sistem kelistrikan di Merbau dan Tasik Putri Puyu memiliki kapasitas sekitar 2,7 megawatt (MW), sedangkan kebutuhan saat beban puncak mencapai 2,6 MW. Tipisnya cadangan daya membuat sistem rentan terganggu ketika salah satu mesin pembangkit mengalami kerusakan.
Dari hasil dialog, diketahui gangguan listrik dipicu kerusakan mesin pembangkit yang menyebabkan pasokan daya berkurang. Kondisi itu diperparah oleh tidak adanya mesin cadangan serta usia sejumlah peralatan, termasuk transformator dan mesin pembangkit, yang sudah tua.
Kepala PLN Selatpanjang Roni Saputra menjelaskan gangguan bermula dari tumbangnya pohon yang menimpa jaringan listrik. Insiden tersebut mengakibatkan sistem turbo pada salah satu mesin pembangkit terbakar dan merusak sejumlah komponen lainnya.
"Akibat gangguan tersebut, kapasitas pasokan listrik berkurang sehingga diperlukan manajemen beban untuk menjaga sistem tetap berjalan," kata Roni.
Dalam pertemuan itu, sejumlah warga meminta PLN melakukan peremajaan mesin pembangkit dan mengganti trafo yang dinilai sudah tidak layak digunakan. Lurah Teluk Belitung Masyuri menilai usia mesin yang sudah tua menjadi salah satu penyebab gangguan berulang.
Sementara itu, Kepala Desa Dedap Mansyur mengusulkan penambahan unit pembangkit baru untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat di Merbau dan Tasik Putri Puyu.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Muzamil menegaskan bahwa PLN harus bergerak cepat menyelesaikan persoalan yang terjadi. Menurut dia, masyarakat telah memenuhi kewajiban sebagai pelanggan sehingga berhak memperoleh pelayanan yang optimal.
Ia meminta PLN mempercepat perbaikan mesin yang rusak, menambah kapasitas pembangkit sebagai cadangan saat terjadi gangguan, serta melakukan inspeksi dan penggantian trafo yang sudah tidak layak digunakan.
Selain itu, Muzamil juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan maupun pemadaman listrik.
"Kami meminta PLN meningkatkan komunikasi kepada masyarakat, terutama saat terjadi pemadaman listrik. Informasi yang cepat dan jelas sangat penting untuk menjaga kondusivitas di tengah masyarakat," tegasnya.
Roni memastikan proses perbaikan saat ini tengah berlangsung dan menargetkan sistem kelistrikan kembali normal mulai malam hari.
"Material pengganti dari Medan telah tiba dan sudah dipasang. Jika tidak ada kendala, mulai malam ini sistem akan kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman. Selanjutnya kami fokus pada pemeliharaan jaringan agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
PLN Selatpanjang juga telah berkoordinasi dengan PLN Pekanbaru untuk menambah unit pembangkit baru berkapasitas minimal 500 kilowatt (kW) sebagai cadangan.
"Kami akan mendapatkan bantuan empat unit pembangkit baru, dan salah satunya akan ditempatkan di Mengkirau," ungkap Roni.
Usai rapat, Muzamil bersama rombongan meninjau langsung lokasi pembangkit listrik di Kecamatan Merbau untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana dan melihat kondisi mesin yang menjadi sumber gangguan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap langkah percepatan perbaikan dan penambahan pembangkit tersebut dapat mengakhiri gangguan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat serta menjaga pasokan listrik tetap stabil di Merbau dan Tasik Putri Puyu.