
MERANTI -- Peluang ekspor komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti ke Malaysia mulai terbuka. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menjajaki kerja sama perdagangan ekspor-impor dengan investor dari Johor Bahru dalam pertemuan virtual yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Rabu (3/6).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas PUPR Kepulauan Meranti itu menjadi langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama perdagangan berdasarkan kebutuhan kedua belah pihak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Siti Fauziah, pimpinan perusahaan ekspor-impor Gresik Jaya Kamarudin, Pengelola Koperasi Universitas Pahang H. Syahrul Naim, serta sejumlah pelaku usaha dari Johor Bahru.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, hadir Wakil Bupati Muzamil Baharudin, Asisten II Setdakab Irmansyah, staf ahli bupati, perwakilan BUMD Meranti, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Muzamil mengatakan kerja sama perdagangan dengan Malaysia memiliki prospek yang menjanjikan. Selain jarak yang dekat, hubungan historis dan budaya antara kedua wilayah dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan perdagangan.
“Kepulauan Meranti dan Johor Bahru memiliki kesamaan budaya dan adat istiadat. Selain itu, Selat Malaka menjadi jalur strategis yang menghubungkan kawasan serumpun Melayu ini,” ujar Muzamil.
Dalam paparannya, Muzamil menawarkan sejumlah komoditas unggulan Meranti yang dinilai siap memasuki pasar Malaysia. Komoditas tersebut meliputi sagu dengan luas perkebunan sekitar 62 ribu hektare dan produksi mencapai 260 ribu ton per tahun, kelapa seluas 33 ribu hektare dengan produksi sekitar 30 ribu ton per tahun, kopi liberika seluas 3 ribu hektare dengan produksi lebih dari 2 ribu ton per tahun, karet seluas 21 ribu hektare dengan produksi sekitar 13 ribu ton per tahun, serta pinang dengan produksi sekitar 160 ton per tahun.
Selain komoditas perkebunan, Meranti juga menawarkan potensi perikanan, terutama ikan kakap putih dan ikan tirusan yang gelembung renangnya memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.
Pemerintah daerah turut memperkenalkan sektor pariwisata sebagai peluang investasi. Beberapa destinasi yang dipromosikan antara lain tradisi Perang Air atau Cian Cui, Festival Sungai Bokor, Telaga Air Merah, dan sejumlah objek wisata lainnya.
Muzamil menjelaskan, kerja sama yang dibangun tidak hanya berorientasi pada ekspor komoditas Meranti ke Malaysia. Daerah tersebut juga membuka peluang perdagangan dua arah melalui impor berbagai kebutuhan pokok yang masih dibutuhkan masyarakat.
Menurut dia, Kepulauan Meranti masih memerlukan pasokan sembako, gula, buah-buahan, serta produk makanan dan minuman. Kedekatan jarak dengan Malaysia dinilai mampu menekan biaya distribusi sekaligus menjaga kualitas produk.
“Biaya distribusi dari Malaysia lebih rendah dibandingkan jika produk didatangkan dari Pulau Jawa atau daerah lain di Sumatera. Selain itu, kualitas produk dapat lebih terjaga karena waktu pengiriman lebih singkat,” katanya.
Ia juga menegaskan posisi strategis Kepulauan Meranti untuk dikembangkan sebagai hub transshipment domestik dan regional, kawasan ekonomi khusus logistik maritim, serta pusat pengembangan sektor perikanan dan agroindustri yang terintegrasi dengan jalur perdagangan ASEAN, India, dan Tiongkok.
Peluang kerja sama tersebut mendapat respons positif dari investor Malaysia. Pimpinan Gresik Jaya, Kamarudin, mengungkapkan pemerintah Malaysia saat ini telah membuka peluang impor terhadap 39 jenis komoditas, dan sebagian besar komoditas yang ditawarkan Meranti termasuk dalam daftar tersebut.
Menurut dia, komoditas kelapa asal Kepulauan Meranti memiliki keunggulan dari sisi jarak, kualitas, dan efisiensi biaya dibandingkan pasokan yang selama ini didatangkan dari Jambi maupun Tembilahan.
“Selama ini kami cukup kesulitan mendapatkan pasokan beberapa komoditas. Dengan adanya peluang kerja sama ini, kami melihat potensi yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Kamarudin.
Pandangan serupa disampaikan Pengelola Koperasi Universitas Pahang, H. Syahrul Naim. Ia mengatakan sejumlah komoditas asal Meranti, terutama kopi dan kelapa, memiliki pasar yang menjanjikan di Malaysia karena dibutuhkan sebagai bahan baku berbagai industri pengolahan, termasuk industri santan.
Menanggapi antusiasme investor, Muzamil memastikan pemerintah daerah akan berupaya menjaga ketersediaan pasokan komoditas sesuai kebutuhan pasar.
“Jika produksi lokal belum mencukupi, kami akan berupaya menghadirkan pasokan dari daerah lain agar kebutuhan sesuai kesepakatan bisnis tetap terpenuhi,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, KJRI Johor Bahru bersama para investor dan pemangku kepentingan terkait dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Kepulauan Meranti untuk meninjau potensi komoditas, investasi, serta peluang kerja sama yang dapat segera direalisasikan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis penjajakan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Selain membuka kepastian pasar bagi petani dan nelayan, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta menambah pendapatan asli daerah dari sektor perdagangan internasional.