
PEKANBARU -- Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan dua agenda besar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Keduanya ditargetkan masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni festival kue talam durian sepanjang satu kilometer dan kegiatan ASN mengaji secara massal.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan festival kue talam durian akan digelar di Jalan Jenderal Sudirman pada 21 Juni 2026. Sajian kuliner khas Melayu itu akan dibentangkan tanpa terputus sepanjang satu kilometer.
"Satu kilo itu panjangnya dari Tugu Zapin sampai dengan RRI. Sepanjang itu akan ada kue talam durian tanpa terputus," kata Agung, Jumat, (5/6).
Menurut Agung, seluruh kue talam durian yang disajikan nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Meski kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp700 juta, kegiatan tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Tapi ini tanpa APBD. Talam durian ini, kita disupport pelaku UMKM," ujarnya.
Ia menjelaskan, festival tersebut digagas untuk mengangkat kembali popularitas kue talam durian sebagai salah satu makanan khas Pekanbaru yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian luas.
"Kita punya makanan khas kita, tapi tidak pernah kita masukkan ke dalam pikirin masyarakat. Maka kita ingin ini booming, sehingga kita membuat festival kue talam durian sepanjang satu kilometer," tuturnya.
Selain festival kuliner, Pemkot Pekanbaru juga akan menggelar kegiatan mengaji bersama yang melibatkan ribuan aparatur sipil negara. Acara dijadwalkan berlangsung pada malam 23 Juni 2026 di halaman Masjid Agung An-Nur.
Sekitar 8.000 ASN muslim akan membaca Surah Al-Mulk secara serentak. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tabligh akbar.
Agung optimistis kedua agenda tersebut akan mencatatkan rekor baru di MURI.
"Insyaallah, festival kue talam durian sepanjang satu kilometer dan ASN mengaji membacakan Surah Al-Mulk secara bersama-sama akan memecahkan rekor Muri," kata dia.