
BENGKALIS – Grup Sri Junjungan kembali mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis dengan menyabet gelar Juara I pada ajang Lomba Senam Kreasi dan Tari Zapin Melayu yang ditaja oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Perwosi Riau.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa Tari Zapin Meskom masih menjadi primadona di tingkat provinsi, baik di mata juri maupun penonton.
Ketua Grup Sri Junjungan, Noni Lestari Handayani, menyampaikan rasa syukur mendalam atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, Tari Zapin Meskom memiliki daya tarik tersendiri. Setelah beberapa kali menorehkan prestasi, kali ini kami kembali berhasil mengharumkan nama Bengkalis di tingkat Provinsi Riau,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Grup Sri Junjungan kali ini diperkuat oleh lima penari senior yakni Noni Lestari Handayani, Farah Maulanie Febrianty, Mira Novita, Rikha Lulinda, dan Suryawati.
Menariknya, kelima penari ini merupakan alumni Sanggar Tasik yang memiliki rekam jejak internasional. Pada tahun 2002 lalu, mereka pernah membawa misi budaya keliling Eropa Barat—mulai dari Belanda, Italia, Prancis, Swiss, Vatikan, Belgia, hingga Venesia dan Milan—dalam ajang International Folklore Dance Festival.
Meski tergolong veteran, kematangan teknik dan semangat mereka sukses memukau juri, menyisihkan 13 grup peserta lain dari berbagai daerah di Riau.
Tari Zapin Meskom sendiri merupakan warisan budaya takbenda asli dari Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis. Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berkomitmen melestarikannya melalui berbagai agenda besar, termasuk kesuksesan memecahkan Rekor MURI lewat tari massal yang melibatkan 3.000 peserta di Pekanbaru.
Noni berharap, kemenangan grup veteran ini bisa memotivasi generasi muda untuk tetap mencintai seni tradisi di tengah era digital.
“Kami berharap Tari Zapin Meskom tetap lestari, terus diminati, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya Melayu Bengkalis,” pungkasnya.