
SELATPANJANG -- Polres Kepulauan Meranti menggelar Turnamen Bola Voli Kampung Tangguh Anti Narkoba di Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Sabtu (20/6). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu disambut antusias warga setempat.
Turnamen yang berlangsung di halaman Kantor Desa Banglas Barat tersebut menjadi salah satu upaya Polres Kepulauan Meranti mengajak generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan olahraga.
Hadir dalam pembukaan turnamen antara lain Wakapolres Kepulauan Meranti Komisaris Polisi Detis Mayer Silitonga, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepulauan Meranti Saiful Bahri, Camat Tebing Tinggi Ratna Juwita, Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, Kepala Desa Banglas Barat Asnami Nazar, serta personel Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti, kader anti narkoba, dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Banglas Barat Asnami Nazar mengatakan program Kampung Anti Narkoba yang digagas Polres Kepulauan Meranti menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika, terutama kalangan muda.
“Kami menyambut baik program ini. Semoga membawa manfaat dan mewujudkan desa yang aman, sehat, maju, serta bebas narkoba,” kata Asnami.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga mengatakan Kampung Tangguh Anti Narkoba merupakan program Polda Riau melalui Direktorat Reserse Narkoba yang berfokus pada pencegahan dan pembinaan masyarakat.
Menurut Detis, persoalan narkoba masih menjadi ancaman serius sehingga pemberantasan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum.
“Yang lebih penting adalah mencegah agar tidak ada lagi masyarakat yang memakai maupun membeli narkoba,” ujar Detis saat membuka turnamen.
Setelah pembukaan, masyarakat Desa Banglas Barat mendeklarasikan dukungan terhadap Program Sabuk Kamtibmas Polsek Tebing Tinggi, dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi sebelum laga resmi dimulai.
Polres Kepulauan Meranti menilai olahraga dapat menjadi sarana positif untuk menyalurkan energi generasi muda sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat.
Wakapolres menegaskan kegiatan serupa akan terus digelar di desa-desa lain sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Menurut dia, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.