6 Desa dan 31 Kopdes Merah Putih Kepulauan Meranti Berpeluang Masuk Circle Promotor Zona Barat

Jumat, 24 Juli 2026

MERANTI - Upaya memperkuat pengembangan ekonomi berbasis desa di wilayah barat Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, sebanyak enam desa bersama 31 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tersebar di Kecamatan Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu tengah memasuki tahap pendalaman kelayakan untuk berpotensi menjadi bagian dari circle promotor Program Ekonomi Zona Barat Kepulauan Meranti. 

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum penetapan konsep dan struktur kerja sama yang akan dijalankan dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi dan potensi desa.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai, Shem Fatamorgana, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skema yang akan menjadi bahan pembahasan dalam forum lintas tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta para pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang sebagai langkah menentukan arah pengembangan program.

Pria yang memiliki nama lengkap Samsir Ibrahim itu mengatakan, sebelum memasuki tahapan lanjutan, berbagai alternatif telah disusun agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah.

Ia menerangkan, skema pertama mengusulkan keterlibatan enam desa dengan Desa Ketapang Permai sebagai pusat promotor. Desa-desa yang diproyeksikan bergabung dalam konsep tersebut meliputi Teluk Ketapang, Padang Kamal, Pelantai, Mekarsari, dan Baran Melintang, sehingga terbentuk kolaborasi antarwilayah yang saling mendukung dalam pengembangan ekonomi lokal.

"Sejumlah alternatif telah kami siapkan sebagai dasar pembahasan. Salah satunya adalah membangun kolaborasi bersama enam desa dengan Ketapang Permai sebagai sentral promotor, sehingga pengembangan ekonomi dapat dilakukan secara terpadu bersama desa-desa di sekitarnya," ujar Shem kepada GoRiau.com, Jumat (24/7/2026).

Selain opsi tersebut, ia juga menjelaskan adanya skema kedua yang dinilai memiliki cakupan lebih luas, yakni melibatkan seluruh jaringan 31 Koperasi Desa Merah Putih yang berada di Kecamatan Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu.

Menurutnya, seluruh koperasi tersebut berada dalam satu kawasan pengembangan ekonomi Zona Barat Kepulauan Meranti sekaligus berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Keputusan akhir akan ditetapkan melalui forum yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus nanti. Nantinya akan diputuskan apakah promotor cukup melibatkan desa-desa sekitar atau diperluas dengan mengikutsertakan seluruh jaringan Koperasi Desa Merah Putih di tiga kecamatan tersebut. Kedua opsi itu sedang kami kaji secara matang agar menghasilkan model pengembangan yang paling efektif," pungkasnya.

Apabila terealisasi, pembentukan circle promotor Zona Barat diharapkan mampu memperkuat sinergi antardesa dan koperasi, memperluas jejaring ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan usaha masyarakat di wilayah barat Kabupaten Kepulauan Meranti melalui kolaborasi yang terintegrasi.(red)