
SIAK - Misteri kematian dr. Alex Cristo Loris yang jasadnya ditemukan di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, akhirnya terungkap. Setelah melalui penyelidikan mendalam, Satreskrim Polres Siak menyimpulkan kematian korban merupakan akibat dari perbuatannya sendiri.
Kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, hingga psikologi forensik.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh sejak laporan penemuan jenazah diterima pada Selasa (4/8). Polisi mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melibatkan para ahli untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Dari hasil olah TKP diketahui korban ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak," ujar AKBP Sepuh dalam konferensi pers.
Di lokasi penemuan jenazah, polisi juga menemukan sebuah tas milik korban yang berisi berbagai perlengkapan medis. Barang-barang tersebut antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.
Menurut Kapolres, rekaman CCTV dari dua titik memperlihatkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Dalam rekaman itu tidak tampak ada orang lain yang mendampingi ataupun mengikuti korban.
"Rekaman CCTV yang diambil dari dua sumber menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia dan tidak terlihat adanya orang lain yang mendampingi korban. Hasil autopsi menyatakan terdapat bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga sebagai jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh," tutur AKBP Sepuh. (fin)