Tiga Tahun Jalan Santai Kamter Renak Dungun, Camat Pulau Merbau Apresiasi Antusias Warga

Rabu, 19 Agustus 2026

MERANTI - Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa berbeda di Kampung Kamter, Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau. Sebanyak 442 peserta mengikuti jalan santai berhadiah yang digelar Komunitas Kampung Kamter, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sekitar Lapangan Volleyball Kamter VC itu tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama. Warga memanfaatkannya sebagai ruang berkumpul sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Jalan santai dilepas langsung oleh Camat Pulau Merbau, Hermansyah, S.H., didampingi Kepala Desa Renak Dungun, Zulfikar. Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera sebagai tanda dimulainya perjalanan peserta.

Turut hadir Staf Kesos Kecamatan Pulau Merbau Manan, jajaran Satpol PP Kecamatan Pulau Merbau, Ketua BPD Asyari, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga Kampung Kamter dan para alumni Kamter.

Camat Pulau Merbau Hermansyah mengapresiasi inisiatif masyarakat melalui Komunitas Kampung Kamter yang mampu menghadirkan kegiatan kemerdekaan dengan konsep yang melibatkan banyak warga.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Saya melihat sendiri antusias masyarakat sangat tinggi, meskipun jalan santai ini dilaksanakan pada siang hari,” ujar Hermansyah.

Menurutnya, pelaksanaan jalan santai pada siang hari menjadi sesuatu yang cukup berbeda dibandingkan kegiatan serupa yang umumnya digelar pada pagi hari. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat untuk ikut ambil bagian.

“Saya juga heran, ternyata masyarakat sangat antusias. Baru kali ini saya melihat langsung kegiatan jalan santai atau jalan sehat dilaksanakan pada siang hari, tetapi pesertanya tetap ramai,” katanya.

Ketua panitia, Kaharudin, didampingi Sekretaris kegiatan Muhammad Hakim, mengatakan kegiatan tersebut sepenuhnya lahir dari inisiatif masyarakat Kampung Kamter. Tahun ini merupakan pelaksanaan jalan santai yang ketiga kalinya digelar di kampung tersebut.

“Peserta yang ikut sebanyak 442 orang. Mereka terdiri dari masyarakat Kamter dan alumni Kamter. Semua peserta mendapatkan hadiah,” kata Kaharudin.

Panitia menyiapkan sebanyak 147 item hadiah utama dan 295 hadiah sagu hati. Dengan demikian, seluruh 442 peserta yang terdaftar dipastikan membawa pulang hadiah, baik dalam kategori hadiah utama maupun sagu hati.

Menariknya, seluruh biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari donasi masyarakat Kampung Kamter. Panitia juga menerapkan keterbukaan dalam pengelolaan dana kegiatan.

“Kegiatan ini di-SPJ-kan. Setiap tahun dilaporkan di grup WhatsApp Kamter, mulai dari uang yang masuk sampai uang yang keluar. Tujuannya agar masyarakat mengetahui semuanya, karena kepercayaan masyarakat kami nomor satukan,” jelas Kaharudin.

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda setempat, Syafri, menyebut kegiatan tersebut berangkat dari keinginan warga untuk menghadirkan kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kampung Kamter.

Menurutnya, minimnya kegiatan perayaan 17 Agustus di kampung menjadi salah satu alasan masyarakat mengambil inisiatif menggelar kegiatan sendiri. Konsep jalan santai dengan hadiah untuk seluruh peserta dipilih agar semakin banyak warga dapat ikut merasakan suasana kemerdekaan.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi minimnya kegiatan perayaan 17 di Kampung Kamter. Karena itu, masyarakat berinisiatif mengadakan jalan santai yang wajib berhadiah semua, supaya masyarakat bisa ikut serta merayakan,” ungkap Syafri.

Ia menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial. Menurutnya, momentum 17 Agustus harus menjadi pengingat atas perjuangan panjang para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Perayaan ini bukan hanya seremonial semata, melainkan mengingat bahwa 17 Agustus itu kemerdekaan yang direbut dengan susah payah para pejuang. Tugas kami sebagai masyarakat adalah mengingat dan menjaga kemerdekaan yang telah diraih,” tegasnya.

Antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat tumbuh dari inisiatif masyarakat. Bagi warga Kamter, jalan santai bukan hanya soal bergerak dan mendapatkan hadiah, tetapi menjadi cara sederhana untuk menjaga semangat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali suasana perayaan kemerdekaan di tingkat kampung. (red)