
MERANTI - Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memasuki hari kedua di Dusun Kelapa, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (30/8/2026).
Anggota Koramil 02/Tebing Tinggi bersama personel gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan terhadap titik asap di lahan semak belukar dan kebun sagu yang berada di kawasan tanah gambut.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare. Hingga kegiatan berlangsung, area tersebut telah berhasil dipadamkan dan tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api maupun asap.
Dalam kegiatan tersebut, tiga personel TNI dari Koramil 02/Tebing Tinggi terlibat, yakni Serda Zulkarnain H, Kopda Andre W dan Pratu Riski Nurdiansah. Selain itu, turut bergabung tujuh personel Polri, lima masyarakat, enam personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dan enam personel BPBD.
Tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya dua unit mesin Mini Strike, tiga unit mesin Robin, 16 rol selang, dua ember, dua cangkul, lima parang dan tiga nozzle.
Proses pendinginan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi cuaca yang cerah disertai angin yang berubah-ubah arah membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati. Kondisi tanah gambut yang kering juga berpotensi membuat api kembali muncul di bawah permukaan.
Selain itu, sumber air berada sekitar 700 meter dari lokasi kebakaran. Jarak lokasi kejadian dengan Koramil 02/Tebing Tinggi juga cukup jauh, yakni sekitar 30 kilometer.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak Polsek Rangsang Barat. Sementara lahan yang terdampak diketahui merupakan lahan milik beberapa warga, yakni Hendra, Johir, Matiaman dan Sulaiman.
Petugas gabungan terus melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman dan mencegah munculnya kembali api.
Hingga laporan diterima, kegiatan pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan situasi di lapangan terus dipantau oleh personel gabungan.