Hari Ketujuh, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Gemala Sari

Selasa, 08 September 2026

MERANTI – Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Dari Koramil 02/Tebing Tinggi, sebanyak delapan personel dipimpin Serka A Harianja turut diterjunkan bersama tim gabungan untuk mengendalikan kebakaran yang hingga hari ketujuh masih menyisakan sejumlah titik api dan asap.

Karhutla tersebut diperkirakan melanda lahan seluas sekitar 80 hektare. Hingga hari ketujuh, sekitar 25 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara sekitar 55 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

Pemadaman dilakukan pada sejumlah titik dengan koordinat, di antaranya 0°54'56"N 102°59'19"E, 0°55'17.297"N 102°59'26.213"E, 0°54'56"N 102°59'17"E, dan 0°55'27"N 102°59'26"E.

Di lapangan, api kembali muncul di sebagian titik dan masih banyak ditemukan kepulan asap. Kondisi tersebut membuat tim harus terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas.

Personel yang terlibat terdiri dari TNI sebanyak 8 orang, Polres Kepulauan Meranti 20 orang, Brimob 31 orang, BPBD 10 orang, MPA 10 orang, PT SRL 10 orang, serta PT Sampurna 5 orang.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan satu unit excavator, dua mesin Mark-3, tujuh mesin mini stracker, sejumlah selang hisap dan selang penyalur, serta perlengkapan nozzle dan konektor untuk mendukung proses pemadaman.

Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain wilayah kebakaran yang cukup luas, kondisi gambut yang tebal dan kering membuat api berpotensi kembali muncul. Sumber air juga berada cukup jauh, yakni sekitar 100 meter hingga 1 kilometer dari lokasi kebakaran.

Persediaan air di beberapa lokasi mulai mengering. Kondisi cuaca yang panas, tidak adanya hujan, serta angin kencang turut menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman dan pendinginan.

Untuk mempercepat penanganan, tim membuat jalur darurat menuju lokasi dengan cara menebas vegetasi. Selain itu, excavator digunakan untuk membuat embung sebagai sumber air guna mendukung pemadaman.

Tim juga melakukan pemadaman dengan memprioritaskan bagian kepala api ketika titik api kembali muncul, sehingga api diharapkan tidak semakin meluas ke area lainnya.

Tim gabungan hingga saat ini masih melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi Karhutla. Penanganan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di kawasan gambut yang masih menyisakan asap.