
MERANTI - Tim Sosialisasi dan Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan kegiatan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 20 peserta, terdiri dari Kepala Desa Bokor Irianto Abdullah beserta perangkat desa, BPD, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, personel Polsek Rangsang Barat, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), kepala dusun serta masyarakat Desa Bokor.
Tim Sosialisasi/Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang hadir terdiri dari Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi (AD).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bokor Irianto Abdullah menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Tim Mabes TNI yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta upaya pencegahan Karhutla.
Ia menyampaikan bahwa Desa Bokor memiliki sejumlah wilayah perkebunan dan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain dapat merusak lingkungan, kebakaran juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, MPA, perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau indikasi Karhutla," ujarnya.
Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun aparat.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka atau membersihkan lahan. Terlebih, api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan, khususnya pada wilayah yang memiliki lahan gambut.
Menurutnya, Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat asap, menghambat aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
"Marilah kita membangun kepedulian dan budaya gotong royong dalam menjaga wilayah agar tetap aman dari Karhutla," pesannya.
Dalam penyuluhan berikutnya, Mayor Ckm Subekan memberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api, puntung rokok maupun bahan yang mudah terbakar di kawasan hutan dan lahan. Pencegahan sejak dini juga dinilai penting dengan melakukan pembersihan lahan secara mekanis tanpa menggunakan metode pembakaran.
Selain itu, masyarakat bersama MPA, perangkat desa dan unsur terkait didorong untuk meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah yang dianggap rawan Karhutla.
Apabila ditemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun pihak terkait sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab terkait Karhutla, foto bersama serta pembagian sembako kepada masyarakat.
Pada pukul 11.00 WIB, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan selesai dilaksanakan. Tim selanjutnya bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 12.35 WIB untuk beristirahat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bokor dalam mencegah Karhutla, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah desa, MPA dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.