Rumah Bantuan BAZNAS di Desa Tameran Disorot, Spesifikasi Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026

BENGKALIS – Persoalan spesifikasi dan penyelesaian rumah bantuan BAZNAS untuk Jasman, warga kurang mampu di Desa Tameran, Kabupaten Bengkalis, mulai mendapat perhatian. Pembangunan yang belum tuntas itu dipertanyakan karena terdapat bagian pekerjaan yang dinilai perlu dicocokkan kembali dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sorotan tersebut disampaikan Ketua DPD LSM GERAK-INDONESIA, Emos Gea. Ia menyoroti penggunaan material pada bagian dinding yang disebut menggunakan batu seperempat. Sebagai pembanding, rumah bantuan serupa di Desa Damai disebut menggunakan batu setengah.

Perbedaan material itu, menurut Emos, perlu dilihat berdasarkan dokumen pekerjaan agar dapat diketahui apakah penggunaannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan atau terdapat perubahan dalam pelaksanaan.

“Kalau memang spesifikasinya berbeda, harus jelas dasar dan acuannya. Apakah sesuai RAB atau ada perubahan dalam pelaksanaan,” tegas Emos.

Persoalan tidak hanya menyangkut material dinding. Pekerjaan plafon juga disebut belum rampung. Karena itu, Emos meminta pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan kondisi fisik bangunan terhadap RAB, spesifikasi teknis, dan volume pekerjaan.

Ia juga meminta Pemerintah Desa Tameran, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Arifin, memberikan penjelasan mengenai penggunaan material, perkembangan pekerjaan, serta pihak yang melaksanakan pembangunan.

“Semua harus terang, mulai dari RAB, pelaksanaan hingga hasil akhirnya. Jangan sampai bantuan untuk masyarakat kurang mampu justru menyisakan persoalan,” ujarnya.

Emos menekankan bahwa dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen dan kondisi fisik bangunan. Ia juga meminta BAZNAS Kabupaten Bengkalis menjelaskan kondisi pembangunan yang menyebabkan rumah tersebut belum dapat diserahterimakan kepada penerima.

BAZNAS Bergerak

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis, Ismail, S.Sos., merespons konfirmasi tersebut dengan menyatakan akan mengecek kondisi rumah secara langsung.

“Baik, Pak. Insyaallah hari Kamis kami cek lapangan, ya, Pak,” ujar Ismail, Selasa (22/9/2026).

Sebelumnya, Ismail menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah. Ia meminta pertanyaan konfirmasi dikirimkan untuk dipelajari. Pengecekan lapangan akan dilakukan sebelum BAZNAS memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi rumah bantuan tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran faktual mengenai progres pembangunan dan kondisi fisik bangunan, sekaligus menjadi dasar bagi BAZNAS dalam memberikan keterangan atas persoalan yang disorot.

Kades Tameran Bungkam

Sementara itu, Kepala Desa Tameran, Arifin, telah dimintai konfirmasi mengenai pembangunan rumah bantuan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Arifin mengenai progres pekerjaan, penggunaan material, pihak pelaksana, maupun kondisi bangunan.

Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi, koreksi, dan hak jawab bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini. Keterangan tambahan akan dimuat apabila telah diterima redaksi.