
Kondisi pelabuhan penyeberangan di Dusun Pacul, Desa Pangkalan Balai, Kecamatan Pulau Merbau, Minggu (23/02/2025) (foto: Zulbaini)
MERANTI - Kondisi pelabuhan penyeberangan di Dusun Pacul, Desa Pangkalan Balai, Kecamatan Pulau Merbau menuju pelabuhan penyeberangan Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu sangat memprihatinkan.
Pelabuhan ini sangat diperlukan masyarakat untuk tranportasi laut yang menghubungkan Kecamatan Merbau menuju Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang juga merupakan jalan lintas untuk menuju Kabupaten Bengkalis.
Dari Pantauan Wartawan RiauTime.com pada Minggu (23/02/2025) pelabuhan penyeberangan di Dusun Pacul Desa Pangkalan Balai mengalami rusak parah. Menurut keterangan warga setempat kerusakan karena disebabkan termakan usia. Jembatan ini dibangun pada tahun 2005 atau pada masa pemerintahan Kabupaten Bengkalis. Jembatan sepanjang 200 meter itu belum pernah disentuh pembangunannya oleh pemerintah setempat.
Salah seorang warga Desa Pangkalan Balai yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan bahwa pelabuhan ini sudah rusak parah dan kondisi sangat memperihatinkan.
"Memang tidak pernah disentuh pemerintah bangunan pelabuhan ini. Masyarakat yang lewat sangat mengeluh karena pelabuhan ini sangat rusak parah dengan papan yang disusun untuk menutup lubang," ujarnya.
Menurutnya pula, pelabuhan ini sangat penting untuk transportasi dari Dusun Pacul Desa Pangkalan Balai ke tujuan Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu, juga merupakan sumber perekonomian masyarakat terutama para nelayan setempat.
"Masyarakat berharap supayap ihak Pemerintah Kabupaten Meranti dapat mendengar keluhan masyarakat kami ini dan segera dapat membangun pelabuhan di Dusun Pacul Desa Pangkalan Balai sehingga semua aktivitas kami dapat berjalan dengan lancar," harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pangkalan Balai, Isroni mengutarakan bahwa pelabuhan yang dibangun di zaman Bengkalis itu sudah mulai rusak sejak tahun 2013 hingga saat ini sampai rusak parah.
"Pelabuhan ini sudah rusak parah sekarang. Tapi masyarakat tetap menggunakan pelabuhan ini karena memang kebutuhan masyarakat sehari-hari, terutama para penyeberangan dan nelayan disini tak ada pilihan lain," ungkapnya.
Isroni mengaku bahwa pihaknya telah berupaya dengan pemerintah terkait namun sampai saat ini belum terialisasi. Namun pihaknya akan terus berupaya mencari solusi untuk perbaikan pelabuhan yang rusak tersebut.
"Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk memperhatikan masyarakat kami dalam mempelancarkan aktivitas dan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya. (Zul)