
MERANTI – PLN ULP Selatpanjang memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir untuk wilayah Selatpanjang dan sekitarnya. Pemadaman ini terjadi disebabkan kerusakan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) atau overload beban puncak.
Kepala PLN ULP Selatpanjang, Dalie Priasmoro, Kamis (20/2/2025) mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa melakukan pemadaman karena beberapa mesin PLTD mengalami kerusakan.
"Ada dua unit mesin pembangkit sedang trouble hingga daya bangkit hilang sebesar lebih dari 2 megawatt. Dari 13.5 megawatt, kini PLTD kita hanya mampu memproduksi listrik sebesar 11.2 megawatt saja," ungkap Dalie.
Dijelaskannya, sementara beban puncak tembus 11,9 megawatt, sehingga kemampuan total pembangkit yang tersedia saat ini sebesar 11,2 megawatt, tidak mampu mengakomodir kebutuhan beban puncak yang berlangsung sejak pukul 18:00 WIB hingga 22:00 WIB.
"Saat ini seluruh jajaran sedang berjibaku melakukan perbaikan, hingga mesin pembangkit yang terdampak gangguan itu dapat beroperasi kembali," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa gangguan tersebut diluar rencana dan keluarga besar PLN yang tidak diinginkan seluruh pihak. Apalagi situasi itu cukup menggangu aktivitas pelanggan PLN ULP Selatpanjang, hingga memicu pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, meskipun beberapa jam saja.
Walaupun demikian, Dalie akan terus mengupayakan melakukan perbaikan dengan usaha maksimal hingga pembangkit yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi.
"Saat ini kami masih berjibaku melakukan perbaikan agar perbaikan segera rampung. Sembari perbaikan, juga terdapat pergantian part yang dalam proses inden," terangnya.
Disamping itu, Dalie turut memberikan gambaran bahwa PLN ULP Selatpanjang akan normal kembali paling cepat pada hari kedua ramadhan dan paling lambat pada minggu kedua ramadhan.
"Kami butuh support dan dukungan dari seluruh pihak. Mudah-mudahan perbaikan segera selesai. Selain itu kami juga mengusulkan pemeliharaan mesin existing lainnya agar kedepan akan lebih handal serta meningkatnya kapasitas mampu mesin pembangkit sehingga tidak perlu pemadaman," pungkasnya. (nur)