Difitnah Curi Sepeda Motor, Keluarga Erik Tuntut Harsono Minta Maaf Secara Terbuka

Sabtu, 12 Juli 2025

SIAK - Tuduhan pencurian sepeda motor yang dialamatkan kepada Erik (23), seorang wartawan dari media Mitraterkini.com, memicu kemarahan keluarga korban. Erik, yang merupakan warga Dusun Batu Ampar, RT 08 RW 03 Kampung Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, merasa nama baiknya dicemarkan oleh tuduhan tanpa dasar yang dilontarkan oleh Harsono dan rekannya.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu malam, 8 Juni 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Harsono mendatangi rumah Erik dan langsung menuduhnya telah mencuri sepeda motor miliknya.

"Hondaku kau jual di mana?” tanya Harsono dengan nada tinggi saat membangunkan Erik yang tengah beristirahat. Erik yang terkejut menjawab, “Honda yang mana, Mas? Kapan hilangnya? Jam berapa?”

Menurut penuturan Erik, saat kejadian yang dituduhkan yaitu pada pagi hari Idul Adha, ia masih tertidur. Hal ini dibenarkan oleh orang tuanya.

"Iya, betul, anak saya memang tidur dari sore sampai pagi, hingga sholat Id selesai. Tidak mungkin dia mencuri sepeda motor seperti yang dituduhkan,” ujar ibunda Erik.

Tuduhan tersebut, kata pihak keluarga, bersumber dari informasi yang diberikan oleh seseorang bernama Yudi. Namun, saat ditanya mengapa Yudi tidak ikut dihadirkan, Harsono tidak memberikan jawaban memuaskan.

"Kami sudah menunggu itikad baik Harsono untuk datang meminta maaf atas tuduhannya, tapi sampai sekarang tidak ada niat baik dari dia,” tegas orang tua Erik.

Pihak keluarga menilai, tuduhan yang dilontarkan kepada Erik telah memenuhi unsur dalam Pasal 311 KUHP tentang fitnah, yang menyebutkan bahwa menyebarkan tuduhan palsu yang menyerang nama baik seseorang dapat dihukum pidana maksimal 4 tahun penjara.

"Kami sebagai orang tua tidak terima anak kami dituduh tanpa bukti. Kami minta aparat penegak hukum bertindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya kepada wartawan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Harsono hanya menjawab singkat, “Bang, bisa saya minta nomor WhatsApp Pak Paijo-nya? Saya sudah minta maaf.”

Menanggapi pernyataan tersebut, rekan-rekan Erik sesama jurnalis menyayangkan sikap Harsono. Mereka menilai tuduhan itu mencoreng profesi jurnalistik dan menunjukkan tidak adanya etika dalam bermasyarakat.

"Ini bukan sekadar persoalan pribadi. Sebagai jurnalis, kami merasa direndahkan di tengah lingkungan tempat tinggal sendiri. Sampai hari ini Harsono tidak juga datang meminta maaf secara langsung. Ini tidak bisa dianggap remeh,” ujar Arifin, salah satu rekan Erik.