Presiden Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Kemandirian Energi Nasional

Selasa, 13 Januari 2026

Presiden RI : Prabowo Subianto

BANTEN, riautime.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, milik PT Pertamina (Persero). Proyek raksasa dengan nilai investasi mencapai Rp123 triliun ini menjadi tonggak penting transformasi industri kilang nasional menuju sistem energi yang modern, efisien, dan berdaya saing global.

RDMP Balikpapan dirancang untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas pengolahan minyak mentah agar mampu menghasilkan produk bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional. Modernisasi kilang ini sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam menekan ketergantungan impor BBM yang selama ini membebani neraca energi nasional.

Pemerhati kebijakan publik sekaligus Ketua Relawan Pendukung Prabowo (RPP2019) Syamhudin, menilai peresmian RDMP Balikpapan sebagai bukti nyata keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun fondasi kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

“RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek kilang, melainkan investasi strategis jangka panjang. Dengan peningkatan kapasitas dan teknologi, Indonesia tidak hanya mampu menekan impor BBM, tetapi juga memperkuat posisi tawar energi di tingkat regional maupun global,” ujar Syamhudin.

Ia menegaskan bahwa kebijakan strategis di sektor energi tersebut mencerminkan ketulusan visi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membangun bangsa secara menyeluruh. “Presiden Prabowo itu tulus untuk membangun peradaban bangsa kita ini. Pembangunan energi, industri, dan ekonomi bukan tujuan sesaat, melainkan fondasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat,” tegas Syam.

Menurutnya, proyek RDMP Balikpapan juga menunjukkan keberpihakan negara terhadap penguatan hilirisasi migas yang selama ini menjadi titik krusial dalam ketahanan energi nasional. Keberhasilan proyek ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi berlapis, baik secara nasional maupun di daerah.

“Dampaknya luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, tumbuhnya industri pendukung, hingga meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan energi Presiden Prabowo yang tegas dan berorientasi jangka panjang,” tambahnya.

Presiden Prabowo memandang RDMP Balikpapan sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional untuk memastikan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dalam pengelolaan sumber daya energi. Optimalisasi kilang dalam negeri menjadi kunci agar kekayaan alam nasional dapat dikelola secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

RDMP Balikpapan sekaligus menjadi simbol komitmen kuat pemerintah dalam mendorong transformasi industri energi nasional, memperkuat ketahanan energi, serta mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang berdaulat di sektor energi. (*)