KMP Berembang Terancam Mangkrak, DPRD Desak Pemkab Meranti Bertindak
MERANTI – Kapal penyeberangan milik BUMD PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), KMP Berembang, hingga kini belum memiliki rute pelayaran tetap. Kapal berkapasitas 200 penumpang, 25 mobil, dan 100 sepeda motor itu hanya terparkir di perairan Selatpanjang sejak beberapa bulan terakhir.
Sementara geliat transportasi laut muncul dari Pelabuhan Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat. KMP Tirus, kapal roro baru, telah resmi melayani rute Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Kabupaten Siak, serta membuka jalur ke Dumai. Kehadiran KMP Tirus menawarkan alternatif transportasi baru, namun sekaligus memunculkan dampak terhadap operasional KMP Berembang.
Sebelumnya, KMP Berembang melayani rute Kampung Balak–Tanjung Buton. Namun setelah ambruknya pelabuhan roro Buton pada 2019, kapal ini sempat berpindah rute ke Sungai Pakning, Bengkalis. Kini tanpa rute aktif, kapal berbobot 724 GT dengan mesin berkekuatan 2x823 daya kuda dan kecepatan maksimal 12 knot itu belum lagi berlayar.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Mulyono, mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penyelamatan aset tersebut.
“Keberadaan KMP Berembang tidak boleh dibiarkan terbengkalai. Meranti sebagai daerah kepulauan minimal harus memiliki dua kapal roro aktif, agar konektivitas tetap terjaga, terutama saat KMP Tirus mengalami gangguan operasional,” ujarnya, Sabtu (26/4/2025).
Mulyono juga mengingatkan pentingnya kapal roro dalam menjamin kelancaran logistik dan mobilitas warga. Ia mengungkapkan bahwa tahun depan pelayaran dari Meranti ke Dumai akan ditutup, dan Pemkab Meranti telah mengajukan izin rute baru menuju Punggur, Batam.
Namun di tengah harapan itu, muncul ancaman baru. KMP Berembang dikabarkan tengah dilirik oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk digunakan dalam rute Tembilahan–Batam.
“Jika rute ke Kepulauan Riau dibuka dan kapal ini sudah diambil pihak lain, maka kita kehilangan aset penting. Pemerintah daerah harus segera bertindak,” tegas Mulyono.
Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, membenarkan bahwa saat ini hanya KMP Tirus yang beroperasi. KMP Berembang belum memiliki rute pengganti setelah jalurnya dialihkan ke Mengkapan, Siak.
“Saat ini kapal hanya terparkir di Selatpanjang. Kami sudah melaporkan ke Bupati agar segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas kelanjutan operasional kapal,” ujarnya.
Agusyanto menambahkan, KMP Berembang masih sangat dibutuhkan dan bisa dioptimalkan jika izin rute baru ke Batam, Tanjung Balai Karimun, atau Tanjung Pinang disetujui Kementerian Perhubungan.
“Kalau izin itu keluar, KMP Berembang bisa kembali difungsikan. Sayang kalau kapal ini justru dimanfaatkan daerah lain,” katanya.
Nasib KMP Berembang kini berada di tangan pemerintah daerah dan kementerian terkait. Masyarakat berharap kapal tersebut tidak menjadi aset terbengkalai, tetapi kembali menjadi penghubung vital antara Meranti dan wilayah lain di Indonesia.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar