News

Mahasiswa STAI Nurul Hidayah Selatpanjang Deklarasi Pernyataan Sikap dan Doa untuk Bangsa

Deklarasi siap yang dilakukan oleh Mahasiswa STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Sabtu (6/9/2025).

SELATPANJANG - Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Selatpanjang menggelar deklarasi pernyataan sikap Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan mahasiswa, sekaligus doa bersama untuk bangsa, pada Sabtu (6/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di kampus STAI Nurul Hidayah Selatpanjang itu turut dihadiri oleh Ketua DEMA, SEMA, serta seluruh mahasiswa.

Ketua DEMA STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, M. Syubhi, dalam pidatonya menyoroti kondisi bangsa pasca HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Menurutnya, momentum kemerdekaan dan demokrasi terasa tercederai akibat kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

"Di tengah kondisi ekonomi yang lemah, masyarakat justru dibebani pajak tinggi, sementara tunjangan dan gaji DPR RI dinaikkan secara signifikan, padahal kinerja yang ditunjukkan masih jauh dari kata maksimal," ujar Syubhi.

Merespons kondisi tersebut, kata Syubhi, hati nurani mahasiswa di seluruh Indonesia pun tergerak untuk turun ke jalan menyampaikan aspirasi. Namun ia juga menyayangkan adanya korban yang berjatuhan, baik dari kalangan aktivis, masyarakat, maupun aparat penegak hukum, dalam proses penyampaian aspirasi tersebut. Selain itu, ia juga menyesalkan terjadinya penjarahan dan pembakaran gedung DPRD serta fasilitas umum.

Untuk itu, DEMA STAI Nurul Hidayah Selatpanjang menyampaikan pernyataan sikap yang berisi:

- Dukungan penuh terhadap gerakan aktivis di seluruh Indonesia dalam menyampaikan aspirasi untuk kemajuan bangsa.
- Penolakan dan kecaman keras terhadap tindakan anarkisme, penjarahan, dan pemukulan terhadap demonstran, yang dianggap mencederai nilai-nilai demokrasi.
- Permintaan kepada Kapolri untuk membebaskan aktivis yang ditangkap, karena negara menjamin hak untuk berserikat, berkumpul, dan berpendapat sesuai Pasal 28E ayat (3) UUD 1945.
- Permintaan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk berbenah diri dan meningkatkan kinerja demi masyarakat.
- Permintaan kepada Kepala Daerah Kepulauan Meranti agar bersikap terbuka terhadap kritik dan aspirasi, mengingat masih banyak pembenahan yang diperlukan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

"Semoga suara yang lahir dari nurani mahasiswa ini dapat menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan, demi terciptanya keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa Indonesia," tutup M. Syubhi.

Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto

Wakil Ketua DEMA STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Amrizal, membacakan Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto mewakili keluarga besar mahasiswa.

Dalam surat terbuka tersebut, Amrizal menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa yang disertai kerusuhan sejak 25 Agustus 2025 di berbagai wilayah Indonesia berawal dari kebijakan DPR RI terkait pemberian tunjangan baru berupa tunjangan perumahan bagi anggota dewan.

Menurutnya, kebijakan tersebut melukai hati masyarakat dan aktivis mahasiswa, terlebih di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit.

"Kami melihat situasi saat ini sangat mengkhawatirkan, terutama karena kekerasan aparat terus terjadi sepanjang aksi unjuk rasa. Selain korban meninggal, data YLBHI mencatat banyak orang dilarikan ke rumah sakit di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bali, Bandung, Medan, Sorong, dan Malang. Mereka mengalami luka akibat kekerasan fisik maupun efek gas air mata. Itu pun belum termasuk mereka yang disiksa saat ditangkap polisi. Beberapa kerabat korban bahkan menceritakan adanya pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan aparat, yang berujung pada patah tulang hingga kematian anggota keluarga mereka," ujar Amrizal.

Lebih lanjut, ia menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto yang dalam beberapa hari terakhir berulang kali memerintahkan aparat untuk “menindak tegas” para pendemo yang dianggap anarkis. Presiden juga mengaitkan aksi tersebut dengan tuduhan makar dan terorisme, serta memerintahkan kenaikan pangkat bagi anggota polisi yang terluka dalam unjuk rasa.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami berharap pemerintahan Bapak lebih terbuka terhadap para aktivis. Aksi yang terjadi ini merupakan akumulasi dari sempitnya ruang dialog. Masyarakat ingin menyampaikan persoalan dan kesulitannya, tetapi ruang yang tersedia tidak mudah diakses. Kami seakan dianggap musuh, padahal kami hanya ingin menunjukkan rasa cinta terhadap negara ini," tegasnya.

Dalam surat terbuka itu, keluarga besar DEMA STAI Nurul Hidayah Selatpanjang menyampaikan beberapa permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto, di antaranya:

- Memberikan ruang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
- Membuat kebijakan yang benar-benar menyejahterakan rakyat.
- Menghapus sebagian tunjangan DPR RI yang dianggap terlalu besar dan belum layak, serta mengalihkan anggarannya untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
- Membebaskan para aktivis yang ditangkap dan ditahan saat menyampaikan aspirasi.

"Semoga Bapak Presiden mendengar suara hati kami. Kami yakin dan percaya, Presiden Prabowo Subianto adalah seorang kesatria yang berjiwa besar dan mencintai masyarakat Indonesia, termasuk kami para aktivis mahasiswa," tutup Amrizal. (rls/red)



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan