Tarif Pass Masuk Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang Naik, Warga Mengeluh
MERANTI -- Akhirnya, tarif pass masuk di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau resmi dinaikkan sejak 1 Oktober 2025. Kenaikan itu dilakukan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Pelindo yang ke-4.
Dari pantauan di pelabuhan, kenaikan tarif pass Domestik dari Rp5.000 menjadi Rp10.000, atau naik 100 persen. Untuk pass Internasional bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Rp50.000 menjadi Rp60.000, atau naik 20 persen. Kemudian untuk pass Internasional bagi Warga Negara Asing (WNA) dari Rp50.000 menjadi Rp150.000, atau naik 200 persen.
General PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun yang juga membawahi Pelindo Selatpanjang, Joni Hutama yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia mengatakan kenaikan tarif boarding pass di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang dengan persetujuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"Ya, sudah disesuaikan per tanggal 1 Oktober bertepatan dengan HUT Pelindo. Mudah-mudahan penyesuaian ini dapat berjalan dengan baik," katanya.
Dengan kenaikan itu nantinya akan sejalan dengan rencana peningkatan fasilitas di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Mulai dari penambahan trestel, penggantian ponton untuk internasional, pembangunan lahan parkir yang layak dan lainnya.
Lebih jauh, Joni menuturkan akan segera mengatasi persoalan banjir rob nantinya yang sebentar lagi akan terjadi (pasang tertinggi laut). Pihaknya juga masih mencari alternatif terbaik.
"Kita masih memikirkan dan mencari alternatif sementara yang terbaik. Apakah membangun trap kayu, atau nantinya menggunakan becak motor. Kita lihat saja nanti," sebutnya.
Dikeluhkan Masyarakat
Dengan kenaikan itu, ternyata masih menjadi keberatan oleh sejumlah masyarakat. Walaupun terpaksa tetap membayar, namun ia mengaku keberatan.
Seperti yang diakui Husni salah satu warga Selatpanjang. Ia terkejut dengan kenaikan itu. Dari Rp5000 menjadi Rp10.000. Namun ia terpaksa tetap membayarnya, karena tidak ada pilihan lain.
"Kalau ditanya berat, pasti keberatan. Namun mau bagaimana lagi. Tidak ada pilihan lain. Mau tak mau terpaksa juga harus dibayar," ujarnya yang mengaku akan berangkat ke Pekanbaru.
Senada dengan itu, Aulia juga mengaku kenaikan pass pelabuhan menjadi tambahan beban untuk bepergian. "Dengan kondisi ekonomi saat ini, tentu saja kami merasa berat. Tetapi tidak ada pilihan lain. Ya terpaksa harus dibayar," sebutnya. (red)
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar