Jembatan Merah Putih Presisi di SDN 018 Semulut Resmi Digunakan, Akses Sekolah Kini Lebih Aman
MERANTI -- Jembatan Merah Putih Presisi di SD Negeri 018 Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, secara resmi mulai digunakan pada Selasa 17 Maret 2026.
Peresmian dilakukan bersamaan dengan pembangunan jembatan serupa di seluruh Provinsi Riau melalui agenda virtual yang dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar itu turut dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 110 jembatan di Riau.
Di Kepulauan Meranti, peresmian dihadiri Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kapolres Kepulauan Meranti menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Semulut merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya akses pendidikan. Jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya jalur menuju SDN 018.
"Saat ini kita berada di Jembatan Merah Putih Presisi Dusun Semulut. Ini merupakan akses satu-satunya bagi siswa dan masyarakat untuk menuju SDN 018,” ujar AKBP Aldi.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan dilakukan melalui kolaborasi Polri, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat.
Pada tahap pertama, Polres Kepulauan Meranti telah menyelesaikan tiga unit jembatan, masing-masing di SDN 018 Dusun Semulut, MTs An Ansor Desa Kuala Merbau, serta jalan poros Dusun 3 Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang.
Menurut Kapolres, program ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” katanya.
Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, mengapresiasi peran Polri dan TNI dalam pembangunan tersebut. Ia menyebut jembatan ini membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan pendidikan dan mobilitas warga.
Meski demikian, Asmar menjelaskan, jembatan yang dibangun di SDN 018 masih bersifat nonpermanen. Hal ini berkaitan dengan rencana relokasi sekolah ke lokasi yang dinilai lebih aman bagi siswa dan tenaga pengajar.
"Pembangunan ini merupakan hasil koordinasi dengan Polres. Ke depan, sekolah akan direlokasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Asmar.
Ia menambahkan, setelah tahap pertama rampung dengan tiga jembatan, pemerintah daerah bersama Polres merencanakan pembangunan enam jembatan tambahan pada tahap berikutnya.
Dengan diresmikannya jembatan ini, akses menuju SDN 018 yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih layak dan aman dilalui, terutama bagi para pelajar di Dusun Semulut. (nur)
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar