Menjaga Aset Program: REL MBG Minta Perhatikan Kesejahteraan Relawan Pasca Edaran BGN No.12/2026
JAKARTA – Ketua Umum Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL MBG), Roy Marjuk, mengajak seluruh relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia untuk tetap bersabar menyikapi Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 yang menetapkan penghentian sementara operasional kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga menyampaikan rasa keprihatinan atas keputusan sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran BGN tersebut. Meskipun pada dasarnya pihaknya mendukung upaya pembenahan dan penyempurnaan sistem di lingkungan SPPG, langkah ini ternyata membawa dampak nyata, para relawan yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program terpaksa diliburkan sementara.
Menurut Roy Marjuk, para relawan bukan sekadar tenaga pendukung biasa, melainkan bagian tak terpisahkan dari ekosistem pelayanan yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi demi menjamin kelancaran program dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Ketika operasional dapur SPPG dihentikan dan relawan diliburkan, timbul pertanyaan besar, bagaimana kelanjutan penghidupan mereka?, Banyak di antara mereka yang menggantungkan penghasilan sepenuhnya dari kegiatan di dapur. Selama masa berhenti ini, kebutuhan hidup, biaya keluarga, kebutuhan pokok, serta kewajiban-kewajiban lainnya tetap harus dipenuhi,” ungkap mantan Sekjen Gibran Center yang akrab disapa Bang Roy itu.
Melalui pernyataan ini, REL MBG berharap Badan Gizi Nasional dan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ekonomi para relawan yang terdampak. Keberhasilan pelaksanaan Program MBG hingga saat ini, tegasnya, tidak lepas dari kontribusi nyata serta semangat gotong royong dan pengabdian yang ditunjukkan oleh seluruh jajaran relawan.
Selain persoalan kesejahteraan ekonomi, Roy juga mengingatkan adanya risiko serius lain: hilangnya sumber daya manusia yang sudah terlatih jika masa penghentian operasional berlangsung terlalu lama tanpa kepastian jadwal pemulihan.
“Jika tidak ada kejelasan status dan masa penangguhan berlarut-larut, sangat wajar jika para relawan akan berusaha mencari pekerjaan atau sumber penghasilan lain demi menafkahi keluarga. Namun, saat dapur kembali dibuka nanti, kita akan menghadapi tantangan besar, berkurangnya tenaga kerja yang sudah paham betul standar kerja, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, serta tata kelola dapur yang benar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses perekrutan serta pelatihan ulang tenaga baru membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang cukup besar. Pengalaman dan keterampilan yang sudah dimiliki relawan saat ini merupakan aset berharga yang wajib dijaga dan dipertahankan demi keberlangsungan kualitas program.
Oleh sebab itu, REL MBG mendesak disusun langkah-langkah solutif dan kebijakan yang berpihak pada perlindungan relawan selama masa penangguhan berlangsung. Bentuk dukungan yang diharapkan antara lain pendampingan sosial, program pemberdayaan sementara, pelatihan peningkatan kapasitas, maupun kebijakan kesejahteraan lain yang menjamin kelangsungan hidup mereka hingga kegiatan SPPG berjalan kembali secara normal.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah strategis yang menaruh harapan besar bagi masa depan generasi bangsa. Maka, keberlangsungan program ini sangat bergantung pada keberlangsungan mereka yang menjalankannya. Jangan sampai mereka yang sudah berjuang keras menyukseskan program ini, justru dibiarkan menghadapi kesulitan tanpa perhatian yang layak,” tegas Roy Marjuk.
Di sisi lain, REL MBG menegaskan tetap memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama menemukan solusi terbaik—yang tidak hanya menjaga keberlanjutan sistem kerja, tetapi juga menjamin kepastian dan perlindungan hukum serta sosial bagi para relawan. Semua ini demi mewujudkan tujuan akhir: generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
“Relawan adalah aset bangsa. Menjaga kesejahteraan mereka berarti menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis itu sendiri.”tutup Roy Marjuk.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar