Kapal Penyeberangan Nyaris Karam di Perairan Kudap, Jadi Pengingat Pentingnya Mengutamakan Keselamat
MERANTI – Sebuah kapal penyeberangan (kempang) yang melayani rute Sungai Dua, Kabupaten Bengkalis, menuju Desa Kudap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, nyaris tenggelam setelah mengalami kebocoran pada Sabtu (27/6).
Saat kejadian, kempang tersebut mengangkut sekitar 20 penumpang dan 10 unit sepeda motor. Kebocoran terjadi ketika kempang hampir merapat di pelabuhan tujuan.
Beruntung, sebuah kapal nelayan terdekat segera memberikan pertolongan. Seluruh penumpang beserta kendaraan berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kempang yang bocor juga tidak sampai tenggelam.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, kebocoran diduga dipicu kelebihan muatan yang menyebabkan daya apung kapal berkurang hingga air masuk ke badan kapal.
"Kapal tersebut memiliki kapasitas maksimal mengangkut sembilan unit sepeda motor. Namun saat kejadian membawa 10 unit sepeda motor dengan jumlah penumpang sekitar 20 orang," kata Jimmy, Ahad (28/6).
Akibat insiden itu, para penumpang sempat panik. Kapten kapal kemudian menghubungi kapal lain yang berada di sekitar lokasi untuk meminta bantuan.
"Seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke kapal penolong dan dibawa menuju Desa Kudap dengan selamat. Kapal yang bocor juga tidak sampai tenggelam," ujarnya.
Jimmy mengungkapkan, berdasarkan keterangan pengelola kapal, penumpang sebenarnya telah diingatkan agar tidak lagi naik karena kapasitas angkut sudah penuh. Namun, sebagian penumpang tetap memaksakan diri ikut berangkat karena terburu-buru.
"Pihak penyedia kapal mengaku sudah melarang karena kapasitas sudah penuh. Tetapi ada sebagian penumpang yang tetap ngotot ingin berangkat lebih dulu karena terburu-buru," jelasnya.
Menurut Jimmy, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan batas kapasitas angkut kapal. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas dan tidak boleh dikalahkan oleh keinginan untuk segera berangkat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan diri naik ke kapal apabila kapasitasnya sudah penuh. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tutup Jimmy. **
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar