Fazya dan Halda Terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026
MERANTI - Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda dinobatkan sebagai Bujang dan Dara Kabupaten Kepulauan Meranti 2026. Keduanya terpilih dalam Grand Final Pemilihan Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti yang digelar di Afifa Sport Center Selatpanjang, Sabtu (8/8/2026) malam.
Mengusung tema “Sagu Meranti Mendunia: Sinergi Muda, Pesona Budaya dan Inovasi Ekonomi Kreatif”, ajang tersebut menjadi momentum memilih putra-putri terbaik Meranti yang nantinya mewakili daerah pada Pemilihan Bujang Dara tingkat Provinsi Riau.
Grand final dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharuddin, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Saiful Bakhri, anggota DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK, perwakilan Polres, Kejari, Posal, LAMR, MUI, kepala OPD, dewan juri, tokoh masyarakat, tokoh agama, peserta serta tamu undangan lainnya.
Kepala Disporapar Kepulauan Meranti Saiful Bakhri mengatakan, Bujang Dara tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Para finalis terpilih diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperkenalkan berbagai potensi Meranti.
“Bujang Dara berfungsi sebagai garda terdepan dalam mempromosikan potensi lokal. Mulai dari kekayaan budaya, wisata hingga potensi sagu,” ujarnya dalam laporan kegiatan.
Dia mengatakan, Bujang dan Dara terpilih akan menjadi wakil resmi Kabupaten Kepulauan Meranti pada Pemilihan Bujang Dara tingkat Provinsi Riau.
Saiful menegaskan, Meranti memiliki beragam potensi yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata, budaya, serta ekonomi kreatif.
Karena itu, Bujang Dara diharapkan dapat ikut memperluas promosi daerah, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.
“Bukan hanya sekadar lomba kecantikan atau lomba ganteng. Bujang Dara maupun alumninya harus menjadi jembatan untuk memajukan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Kepulauan Meranti. Ambil ruang itu dan manfaatkan kemajuan teknologi untuk mengenalkan daerah kita,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pemilihan tersebut.
Menurut Muzamil, malam grand final bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum memilih putra-putri terbaik Meranti untuk membawa nama daerah ke tingkat provinsi.
“Sekali lagi, malam final ini bukan malam kompetitor. Kita memilih putra-putri terbaik Kabupaten Meranti yang akan menjadi wakil kita pada Bujang dan Dara Provinsi Riau,” kata Muzamil.
Dia juga mengingatkan bahwa gelar Bujang dan Dara membawa tanggung jawab untuk memperkenalkan daerah sekaligus menjaga budaya Melayu.
“Ketika seseorang dinobatkan sebagai Bujang dan Dara Kabupaten Meranti, melekat di pundaknya tanggung jawab untuk memperkenalkan daerah, menjaga marwah dan budaya Melayu, serta mempromosikan pariwisata,” ujarnya.
Muzamil menegaskan, penilaian Bujang Dara tidak hanya berpatokan pada penampilan.
“Bujang dan Dara bukan hanya tentang kecantikan atau ketampanan. Inner beauty juga harus diperhitungkan,” katanya.
Menurut dia, generasi muda juga perlu memiliki empati, adab, kesopanan dan rasa percaya diri. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter bagi generasi muda Meranti.
Muzamil turut mendorong Bujang Dara terpilih memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan Meranti secara lebih luas.
“Gunakan kemajuan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan kampung halaman yang kita cintai ini,” katanya.
Dia menyebut potensi Meranti sangat beragam, mulai dari sejarah, tradisi Melayu, keindahan alam, kuliner, kerajinan, seni dan budaya, ekonomi kreatif hingga destinasi wisata.
“Bila perlu, perkenalkan Meranti ke seluruh dunia. Kami berharap Bujang dan Dara menjadi mercusuar untuk memperkenalkan Meranti kepada dunia luar,” ujarnya.
Muzamil juga berpesan agar para finalis tidak menjadikan mahkota sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Jangan pernah mengukur keberhasilan hanya dari mahkota yang dikenakan di kepala. Ukurlah dari berapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada daerah dan masyarakat,” tegasnya.
Dia memastikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi dan terlibat dalam pembangunan daerah.
Kepada para finalis, Muzamil meminta kompetisi berlangsung secara sehat dan profesional.
“Berkompetisilah dengan baik dan fair. Jangan saling mengklaim, jangan saling memfitnah, apalagi saling menuduh,” pesannya.
Dia juga meminta dewan juri memberikan penilaian secara profesional.
“Buktikan bahwa anak-anak Meranti mampu berdiri sejajar dengan generasi muda terbaik di negeri ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan ditaja Disporapar bekerjasama dengan event organizer (EO) dari Kopja Pewarta Wibawa Investasi (Kopja PWI).
Rangkaian pemilihan telah dimulai sejak 2 Agustus 2026 dengan tahap wawancara dan seleksi finalis, dilanjutkan dengan penentuan nomor urut dan pasangan finalis.
Kemudian pada 5 Agustus, seluruh finalis mengikuti sesi pemotretan resmi sebelum memasuki tahap pembekalan. Sehari kemudian, para peserta menerima materi dari narasumber dan sponsor. Gladi bersih digelar pada 7 Agustus, sebelum malam puncak Grand Final pada Sabtu (8/8).
Sebanyak 12 pasang atau 24 finalis ambil bagian dalam grand final. Mereka terdiri atas 12 Bujang dan 12 Dara yang terpilih dari 46 pendaftar, yakni 21 Bujang dan 25 Dara.
Para finalis berasal dari sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti, antara lain Tebing Tinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat, Tebing Tinggi Timur, Merbau, Tasik Putri Puyu, serta peserta kategori umum.
Dalam hasil akhir pemilihan, Muhammad Fazya Kurniawan dengan nomor peserta 07 dinobatkan sebagai Bujang 1 Meranti 2026. Sementara Halda Mirsyanda dengan nomor peserta 04 meraih gelar Dara 1 Meranti 2026.
Posisi Bujang 2 diraih Muhammad Haji Ramza nomor peserta 15, sedangkan Dara 2 diraih Rahayu Safitri nomor peserta 06.
Adapun gelar Bujang 3 diraih Muhammad Rido Islamy nomor peserta 09 dan Dara 3 diraih Zahra Sintia Asmara nomor peserta 24. **
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar