Pelindo Tunda Kenaikan Tarif Pass Pelabuhan Selatpanjang, Ingin Dengar Aspirasi dan Butuh Masukan
MERANTI - PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun menunda rencana kenaikan tarif pass penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Sebelumnya, penyesuaian tarif itu dijadwalkan berlaku mulai 1 September 2025. Namun, Pelindo menunda pelaksanaannya demi mendengar aspirasi dan masukan dari berbagai unsur masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh General Manager (GM) PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, pada Kamis (28/8/2025) malam. Menurutnya, penundaan ini bertujuan agar penyesuaian tarif benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan sekaligus dapat diterima oleh masyarakat.
"Kita tunda kenaikan pass pelabuhan. Tidak jadi 1 September. Penyesuaian akan dilakukan setelah mendengar masukan dan aspirasi dari berbagai unsur di Kepulauan Meranti. Targetnya, kebijakan baru akan diberlakukan pada awal September," ujarnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama wartawan di Meranti, Rabu (27/8/2025), Joni menjelaskan bahwa penyesuaian tarif perlu dilakukan karena tarif lama sudah tidak relevan dengan kondisi pelayanan saat ini. Terakhir kali tarif pass di Pelabuhan Selatpanjang disesuaikan pada tahun 2017.
"Kalau dibandingkan, tarif pass penumpang di Selatpanjang masih paling rendah di wilayah Riau dan Kepri," sebutnya.
Joni menegaskan, penyesuaian ini bukan semata soal tarif, tetapi juga terkait dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan mutu pelayanan. Pada 2024, Pelindo telah mengalokasikan Rp4,2 miliar untuk transformasi terminal penumpang dan Rp1,5 miliar untuk pembangunan fasilitas sisi laut (trestel). Ke depan, pembangunan lanjutan terminal akan dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2030 dengan total anggaran Rp12,5 miliar.
Selain itu, Pelindo juga menyiapkan site plan pengembangan terminal penumpang yang mencakup revitalisasi jalan masuk, penataan koridor menuju trestel, pembangunan loket tiket, area parkir motor, mobil, becak, musholla, hingga pintu gerbang utama.
"Kami yakin, dengan penyesuaian tarif, pelayanan di Pelabuhan Tanjung Harapan akan semakin baik dan bermanfaat bagi seluruh pengguna jasa," kata Joni.
Untuk jangka pendek, Pelindo juga menyiapkan solusi antisipasi banjir rob yang kerap merendam jalur keluar pelabuhan. Pihaknya akan membangun peninggian jalur menggunakan kayu sebagai langkah sementara hingga pembangunan pelataran parkir permanen dimulai pada 2026.
"Jadi penumpang tidak perlu lagi lepas sepatu atau menyingsingkan celana saat banjir rob. Nantinya akan kita bangun pelataran parkir yang lebih layak, bahkan dengan fasilitas parkir inap kendaraan," tambahnya.
Terkait penyesuaian tarif, Joni menjelaskan bahwa nantinya tarif domestik di Selatpanjang akan naik dari Rp5.000 menjadi Rp10.000, sama dengan Dumai, Batam, Tanjung Balai Karimun, dan Tanjung Pinang. Untuk internasional WNI naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000, sementara internasional WNA dari Rp50.000 menjadi Rp150.000.
Menurutnya, Selatpanjang tertinggal karena masih menggunakan tarif lama, sementara pelabuhan lain sudah menyesuaikan sejak 2017. "Kalau tidak segera disesuaikan, akan sulit bagi kita meningkatkan pembangunan," tegasnya.
Sebelum menetapkan kebijakan ini, Pelindo juga sudah melakukan pembahasan bersama DPRD. "Awalnya memang ada penolakan, tapi setelah dijelaskan bahwa ini untuk kemajuan pelabuhan, akhirnya DPRD mendukung penuh. Hal serupa akan kita lakukan dengan masyarakat agar bisa memahami secara utuh," jelasnya.
Meski begitu, Pelindo tetap membuka peluang adanya keringanan untuk kelompok tertentu. "Mahasiswa atau masyarakat kurang mampu bisa diusulkan mendapat keringanan dengan syarat tertentu, misalnya menunjukkan kartu pelajar atau kartu miskin. Namun tentu harus dibahas bersama DPRD agar sesuai aturan," pungkas Joni. (red)
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar