Kajari Dumai Disebut Omon-omon, Ade: Hanya 'Gertakan Sambal'?
DUMAI, riautime.com -- Pernyataan bahwa janji Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Pri Wijeksono yang beredar luas melalui media online, mengenai "Kejutan Besar" terkait tindak pidana korupsi menjelang Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2025 hanyalah Omon-omon atau Isapan Jempol belaka yang mencerminkan kekecewaan publik akibat minimnya pengungkapan kasus baru yang signifikan pada momentum tersebut di Kota Dumai.
Sampai saat ini Rabu (10/12/2025), laporan media lokal lebih menyoroti kegiatan seremonial seperti kampanye anti korupsi, sosialisasi, dan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum, daripada pengumuman tersangka tingkat tinggi yang dijanjikan menjelang hari anti korupsi sedunia 2025.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada "kejutan besar" yang dimaksud berupa penetapan tersangka baru kasus korupsi di Kota Dumai yang dirilis tepat pada pasca hari anti korupsi sedunia 2025.
Salah seorang aktifis anti korupsi Kota Dumai, Ade Syahputra menilai pernyataan Pri Wijeksono di sejumlah media tersebut hanya omon-omon belaka. Bahkan dirinya menduga, pernyataan dari petinggi kejaksaan di Kota Dumai itu hanya "gertakan sambal" untuk menakut-nakuti pihak yang terperkara.
"Tidak ada eksen, masyarakat menunggu dan menagih janji Kajari. Apa ini omon-omon saja atau ada udang disebalik batu? Atau hanya gertakan sambal untuk menakut nakuti pihak-pihak yang terperkara saja," ucapnya.
Walaupun Kejaksaan Tinggi Riau secara umum telah melaporkan penanganan 137 kasus korupsi sepanjang tahun 2025 di seluruh wilayah Riau, rincian kasus di Dumai yang menjadi "kejutan besar" tidak terpublikasi dan terdengar oleh publik dan awak media.
Kondisi ini memicu kritik dari berbagai elemen masyarakat dan penggiat anti korupsi, yang merasa "taring" Kejaksaan diuji dan mendesak agar kasus-kasus dugaan korupsi yang dilaporkan, dalam penyelidikan dan penyidikan, seperti dugaan MOT di RSUD Dumai atau dugaan monopoli proyek di Pemko dan kasus lainnya, dapat diusut tuntas, bukan hanya dibiarkan "Mati Suri".
"Oleh karena itu, bagi sebagian pihak, janji tersebut dinilai belum terealisasi sesuai ekspektasi masyarakat Dumai khususnya dan masyarakat Indonesia Umumnya. Selamat Hari Anti Korupsi Se Dunia, Satukan Aksi Basmi Korupsi!" Tagihnya. (*)
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar