Insinerator RSUD Dumai Meledak Lagi, Manajemen Bungkam
DUMAI -- Insinerator milik RSUD Dumai dilaporkan kembali berulah. Mesin untuk mengolah limbah medis tersebut meledak untuk yang kedua kalinya pada Kamis (19/2/2026) malam. Peristiwa ini menimbukan kepanikan warga yang tengah beraktivitas di lingkungan rumah sakit.
Ledakan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di bagian belakang kompleks rumah sakit yang berlokasi di Jalan Tanjung Jati, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur. Sejumlah saksi mata menyebutkan terdengar suara dentuman cukup keras yang disertai kepulan asap dari area insinerator.
"Terdengar sampai kemari bang, bunyi cukup kuat, namun kita tidak bisa pastikan apakah ada korban jiwa ataupun luka," terang pedagang di area rumah sakit.
Sempat terjadi adu mulut saat wartawan menjalankan tugas jurnalistiknya. Petugas keamanan rumah sakit melarang wartawan mengambil fhoto dan mendekati akses ke area insinerator.
"Ada upaya dari security untuk menghalangi tugas jurnalistik saat mengambil dokumentasi di area insinerator," ungkap salah satu wartawan.
Sementara itu, Direktur RSUD Dumai, dr Eka Viora Effendi ketika dihubungi lebih memilih bungkam atas pertanyaan redaksi.
Anehnya lagi, di lokasi tidak tampak dipasangi garis polisi. Padahal lokasi tersebut merupakan lokasi yang sama dimana terdapat dua orang korban luka bakar mencapai 60 persen akibat meledaknya insinerator RSUD beberapa waktu lalu.
Pihak berwenang diharapkan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan serta memastikan standar keselamatan pengelolaan limbah medis telah diterapkan sesuai prosedur.
Sebelumnya, Mesin insinerator pengolah limbah medis di RSUD Kota Dumai pernah meledak pada Senin (9/2/2026) lalu. Dua pekerja mengalami luka bakar saat alat tersebut beroperasi memusnahkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Peristiwa terjadi di area instalasi pengolahan limbah rumah sakit milik Pemerintah Kota Dumai itu. Kedua korban langsung mendapatkan perawatan medis. Namun hingga beberapa hari setelah kejadian, manajemen belum menyampaikan penjelasan resmi terkait penyebab ledakan, hasil evaluasi teknis, maupun status operasional insinerator.
Seorang sumber internal yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan, sebelum insiden terjadi mesin sempat menunjukkan gangguan. “Ada kendala teknis sebelumnya,” ujarnya kepada wartawan dengan syarat identitasnya tidak dipublikasikan. Ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk gangguan maupun durasinya.
Informasi tersebut memunculkan dugaan bahwa ledakan tidak sepenuhnya terjadi secara tiba-tiba. Insinerator limbah B3 merupakan fasilitas berisiko tinggi yang pengoperasiannya mensyaratkan pemeriksaan berkala, uji kelayakan teknis, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat. (*)
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar