News

Dugaan Pembalakan Liar di Siak Kecil, Kayu Dihanyutkan Lewat Sungai

Ket foto : Tumpukan kayu di tepian sungai Siak kecil, lalu diangkut sejumlah truk. Selasa (10/3/2026) malam.

BENGKALIS -- Aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau, diduga masih berlangsung hingga kini. Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku yang disebut-sebut telah lama merusak kawasan hutan tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan pada Selasa malam, 10 Maret 2026, terlihat puluhan rakitan kayu diduga hasil pembalakan liar dihanyutkan melalui aliran Sungai Siak Kecil. Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari kawasan hutan yang termasuk dalam wilayah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.

Setelah dihanyutkan melalui sungai, kayu kemudian diangkut menggunakan sejumlah truk yang telah terparkir di tepian sungai. Kayu itu diduga akan dibawa keluar dari kawasan Siak Kecil untuk diperjualbelikan.

Aktivitas tersebut diduga melibatkan banyak pihak. Di lokasi, sumber lapangan juga menyebutkan adanya puluhan mesin gergaji mesin (chainsaw) yang digunakan untuk menumbangkan pohon di kawasan hutan.

Akibat aktivitas tersebut, kawasan hutan di Siak Kecil disebut-sebut semakin terancam. Beberapa warga menilai pembalakan liar di wilayah itu telah berlangsung cukup lama dan seolah tidak tersentuh hukum.

"Secara terbuka kegiatan pembalakan liar di sini bukan baru sebentar. Sudah terlalu lama, dari sekitar tahun 2010 sampai sekarang mereka masih bebas beroperasi,” ujar seorang warga berinisial AD kepada wartawan.

Menurut dia, beberapa nama yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut antara lain berinisial Hasan, Herman, dan Antosirus. Ia menduga masih ada pelaku lain yang turut terlibat dalam jaringan pembalakan liar di wilayah itu.

"Kalau dipikir secara logika, kok mereka seperti tidak takut dengan aparat penegak hukum. Aktivitas mereka ini bukan lagi tersembunyi, tapi sudah sangat terbuka,” kata dia.

Sejumlah warga juga mengaku mulai merasakan dampak lingkungan akibat maraknya pembalakan liar. Salah satunya meningkatnya potensi banjir di permukiman warga.

"Sekarang kalau hujan deras, banjir cepat sekali datang. Dulu sebelum pembalakan liar marak, kampung kami tidak pernah banjir,” ujar seorang warga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor Bengkalis dan Kepolisian Daerah Riau, untuk menindak tegas para pelaku perusakan hutan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkalis, Yohn Mabel, mengatakan pihaknya telah melakukan penindakan terhadap sebagian pelaku.

"Sudah ada yang kami tangkap. Yang lain masih kami lidik. Terima kasih atas informasinya,” kata Yohn melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu 11 Maret 2026.

Warga berharap aparat dapat mengungkap jaringan pembalakan liar yang diduga telah lama beroperasi di kawasan hutan Siak Kecil, sekaligus menghentikan kerusakan hutan yang kian meluas.

Laporan: Arifin



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan