Opini

Syair Karya Tenas Effendy Membentuk Pendidikan Karakter

Penulis : Hindar Muda Hasibuan
Mahasiswa Universitas Riau
Jurusan Budidaya Perairan

Syair memiliki makna yang beraga, bisa saja mengandung kisah yang bermakna yang juga mengandung beberapa amanah yang bisa dijadikan sebagai acuan atau pedoman hidup. Berdasarkan dari salah satu karya Tenas effendi, terdapat amanah dan pedoman hidup terutama bagi orang melayu yang direlasikan kedalam bentuk syair.

Menurut Braginsky (1998:225), syair sama hal nya dengan puisi atau sajak berupa kuatrin-kuatrin berirama tunggal yang berpola aaaa, bbbb, cccc dan dari segi irama sedikit sederhana. Selain itu Atmazaki dan Hasanuddin (1990:20) mengatakan bahwa dalam membaca syair/puisi adalah upaya menyampaikan pesan, perasaan, dan pikiran yang terkandung dalam puisi kepada orang lain agar mereka memahami dan sanggup menikmati kandungan makna syair tersebut. Dan diyakinkan oleh Effendy (2013:73), syair mengandung isi yang beragam, terutama berupa kisah-kisah sarat akan makna, juga mengandung beragam petuah amanah yang lazim yang disebut tunjuk ajar.

Bila Tunjuk Ajar diabaikan orang
Adat binasa lembaga terbuang
Perangai rusak marwahpun hilang
Hiduppun menjadi lintang pukang
(Tenas Effendy, 2013:7)

Tunjuk Ajar diatas mengandung makna nasihat orang tua-tua dalam kehidupan melayu, apabila mengabaikan dan meninggalkan Tunjuk Ajar dapat membawa malapetaka bagi kehidupan berumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebab itu orang tua-tua senantiasa mengingatkan agar Tunjuk Ajar yang penuh dengan nilai nilai luhur itu hendaknya disimak, dihayati, dan diabadikan bagaimana pun caranya.

Syair yang terdapat dalam karya Tenas Effendy banyak mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman, seperti nilai pendidikan, sosial, religious, dan nilai-nilai lainnya. Tidak luput juga, syair karya Tenas Effendy banyak mengandung nilai karakter dan memberi dorongan positif terhadap pembentukan karakter bangsa.

Peran pendidikan karakter yang terdapat dalam syair tidak hanya didasarkan pada nilai yang terkandung didalamnya, tetapi pembelajaran sastra yang bersifat apresisasif juga sangat berpengaruh dengan pendidikan karakter. Dengan membaca dan mendengarkan dapat juga menanamkan karakter tekun, berpikir kritis, dan berwawasan luas. Pendidikan  karakter yang terdapat dalam syair dapat dijadikan pedoman dan cerminan bagi masyarakat dalam kehidupan. Syair sama halnya dengan pantun yang sama-sama dapat dijadikan ungkapan perasaan dan nasihat yang dapat mendidik karakter dan juga pendidikan.



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan