20 WNA Bangladesh dan 2 Tekong Terdampar di Pulau Merbau
MERANTI - Sebanyak 20 orang warga negara asing (WNA) Bangladesh dan 2 tekong terdampar di Pantai Beting Beras, Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau pada Selasa (4/2/2025) dini hari.
Kehadiran puluhan laki-laki dewasa itu membuat warga setempat kaget, sehingga mereka pun berinisiatif mengamankan para WNA tersebut ke halaman kantor desa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kepala Desa Kuala Merbau, Efendi membenarkan adanya puluhan WNA asal Bangladesh yang masuk ke wilayahnya. Menurutnya, begitu mendapat laporan dari masyarakat, aparat desa bersama warga segera memastikan kondisi para WNA. Termasuk juga personel dari Polsek Tebingtinggi Barat langsung mendatangi lokasi keberadaan para WNA tersebut.
"Warga kita sempat terkejut (kaget) melihat puluhan orang asing yang keluar dari dalam getah (kebun karet) secara tiba-tiba, makanya langsung diamankan warga untuk dimintai keterangan," ujar Efendi saat dihubungi GoRiau.com, Selasa (4/2/2025) siang.
Efendi belum bisa memastikan terkait motif dan tujuan puluhan WNA Bangladesh itu sebenarnya, pihaknya juga masih menunggu informasi lanjutan dari pihak kepolisian dan Imigrasi Selatpanjang.
"Kita belum bisa memastikan seperti apa ini, karena jika dikatakan penyelundupan atau masuk ilegal sedangkan mereka (WNA) ini punya identitas berupa paspor. Jadi kita tunggulah keterangan dari pihak kepolisian atau Imigrasi nantinya," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar Novianto, menyebutkan bahwa para WNA tersebut akan segera di bawa ke Selatpanjang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Akan dibawa ke Selatpanjang dulu. Informasi sementara, semua WNA ini memiliki paspor sebagai identitas resmi. Namun, akibat insiden di laut, hanya 15 paspor yang berhasil diselamatkan, sementara 6 lainnya hilang terbawa arus," ungkapnya.
Lebih lanjut, Iptu Iskandar Novianto, menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kasus ini untuk mengungkap terkait motif dan tujuan mereka sebenarnya.
"Para WNA ini memiliki paspor, namun dalam perjalanan sebagian dokumen mereka hilang akibat insiden di laut. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan tujuan mereka sebenarnya," pungkasnya.(red)
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar