Nasional

BGN Pastikan MBG Tetap Ada Selama Bulan Ramadan, Teknisnya Masih Disusun

JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap beroperasi saat bulan Ramadan.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, mengatakan belum mengetahui detail pelaksanaan MBG selama puasa Ramadan sebab bukan kewenangannya.

Tapi dirinya memastikan peserta didik tetap mendapatkan MBG selama bulan Ramadan.

"Puasa tetap ya, ini bukan wilayah saya. Tapi bentuknya nanti apakah (menu) kering atau apa nanti kita lihat," kata Dadang temu kangen awal tahun 2026 dalam rangka kilas balik 1 tahun MBG Soloraya di Kali Pepe Land Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026) malam.

Menurutnya BGN masih menyiapkan petunjuk dan teknis MBG selama puasa Ramadan.

"Teknisnya nanti ya diharapkan tetap ada (MBG) pada saat mereka masuk ya," ungkap Dadang.

Disinggung dapur SPPG yang bermasalah, kata Dadang ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi tata kelolanya. Tapi Dadang tidak mengetahui persis jumlahnya.

"Kita tutup, kita evaluasi. Kenapa kok bisa seperti itu ya. Saya kurang tahu persis ya. Tetapi yang ada permasalahan kita tutup sementara dan kita evaluasi tentang tata kelolanya," kata dia.

Lebih lanjut Dadang mengatakan BGN mensyaratkan dapur SPPG semuanya harus memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Selain makanan yang diberikan penerima manfaat higienis, dapur SPPG juga mempunyai pembuangan limbah yang memenuhi standar.

"Dan yang paling penting mereka kita persyaratkan semuanya punya SLHS. Ini agar dapur ini memenuhi standar kita," tambahnya.

Dadang menyebut bahwa secara nasional jumlah SPPG ada sebanyak 20.419 SPPG. Keberadaan SPPG memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

"Paling penting adalah apa yang saya sampaikan tadi bukan sekadar dapur. Ini menyangkut hidup orang banyak. Satu sisi penerima manfaat, penerima manfaat ini bukan hanya balita, PAUD sampai dengan SMA, tapi ibu hamil, menyusui juga menjadi perhatian kita juga. Dan diperluas lagi tenaga pendidik akan menerima. Jadi guru akan menerima," kata Dadang.

BGN terus memperluas pendirian dapur SPPG. Karena multiplier effect dapur SPPG memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat sekitar.

"Dengan satu dapur kita bisa memberikan pekerjaan untuk 50 orang. Bayangkan kalau Jateng ribuan (dapur) berapa masyarakat kita ya lulusannya itu hanya tingkat SD, SMP, SMA ya yang belum beruntung ini bisa bekerja di tempat kita sebagai relawan," katanya. 



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan